Kursi Kadis UMKM Laris Manis

by -

Sejak 22 Juni Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membuka pendaftaran lelang terbuka atau open bidding untuk enam posisi jabatan Eselon II. Dari 20 pendaftar, 17 di antaranya telah lolos seleksi administrasi. Bahkan,  kursi kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pun laris manis lantaran dilamar paling banyak dibanding lima kursi lainnya.

Lima kursi yang diperebutkan, yakni kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), kepala Satpol PP dan staf ahli bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan Kesejahteraan Rakyat. Kursi kepala Dinas Koperasi dan UMKM tercatat dilamar delapan pelamar yang lolos seleksi administrasi.

Disusul kursi jabatan kadis DLH dan staf ahli yang ‘laku’ dengan diisi masing-masing lima pelamar. Setelah itu jabatan kepala Diskominfo dilamar empat orang. Sedangkan dua posisi strategis, kepala Bapenda dan Kasatpol PP, justru hanya dilamar masing-masing tiga pelamar.

“Sebanyak 20 orang daftar, 17 orang lolos seleksi administrasi. Setelah lolos mereka masuk tahap assesmen dan penulisan makalah,”terang Kepala Bidang Mutasi dan Promosi pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor, Kurnia Indra, Rabu (8/7).

Selain itu, sambung dia, dari tiga pelamar yang tidak lolos seleksi administrasi, satu di antaranya pelamar PNS non-Kabupaten Bogor. Dengan tidak lolosnya satu-satunya PNS ‘asing’itu, semua posisi Eselon II yang kosong dipastikan menjadi milik PNS Pemkab Bogor. “Nggak lolos tiga orang. Dua PNS Kabupaten Bogor, satu lagi dari luar,” ujarnya.

Jika menilik nama-nama pendaftar, rupanya didominasi camat dan sekretaris dinas/badan lalu diikuti kabag (lihat data). Ada tujuh sekretaris dinas/badan yang mendaftar dan lolos seleksi administrasi, diikuti enam camat yang juga lolos seleksi administrasi. Mereka bersaing dengan tiga kepala bagian dan satu kepala kantor. Enam camat itu di antaranya camat Tenjo, Klapanunggal, Bojonggede, Ciawi, Cijeruk dan Citeureup.

Sementara itu, Bupati Bogor, Ade Yasin, berharap semua yang lolos dan bisa mengisi jabatan tersebut merupakan orang-orang yang dapat bekerja dengan baik dan penuh inovasi. Ia sendiri tidak ingin mematok bahwa PNS yang mengisi jabatan harus internal Pemkab Bogor atau dari luar.

“Harapannya agar yang lolos adalah orang-orang yang bisa bekerja dengan baik dan inovatif. Peluang sebenarnya bisa untuk siapa saja selama dia mampu dan profesional,” ungkapnya.

Ade Yasin menegaskan, semua posisi yang dilelang sama-sama penting bagi Pemkab Bogor. Sehingga ia ingin posisi tersebut diisi PNS yang berdedikasi tinggi dan punya kemampuan mumpuni. “Semua penting. Yang pasti punya dedikasi tinggi dan kemampuan mumpuni,” ungkapnya. (ryn/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *