Mendikbud: September Sekolah di Zona Hijau Boleh Tatap Muka

by -

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud, Ainun Na’im.

METROPOLITAN. ID – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan evaluasi penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran baru periode 2020/2021.

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud, Ainun Na’im meminta kepada pihak menejemen sekolah, untuk tetap bersabar dalam melaksanakan pembelajaran secara daring, demi kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di masa pandemi Covid-19 ini.

“Kami memahami sudah banyak pihak yang ingin kembali belajar tatap muka di sekolah, tetapi kita juga harus memastikan hal tersebut dilaksanakan secara hati-hati dan terkendali. Mohon bersabar dan mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga pendidikan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Metropolitan.

Berdasarkan data pemantauan internal Kemendikbud, masih kabupaten dan kota masih belum melaksanakan pembelajaran sesuai dengan panduan dalam keputusan bersama empat menteri. Baik sekolah yang berada pada zona hijau, kuning, oranye hingga zona merah.

Pada zona hijau, Ainun menjelaskan sebagian besar bentuk pelanggaran yang terjadi adalah tidak melaksanakan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan jaga jarak saat masuk sekolah dan proses pembelajaran.

“Sedangkan di zona kuning, oranye dan merah bentuk pelanggarannya adalah melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah. Oleh karena itu kami instruksikan agar pembelajaran di daerah tersebut harus segera menyesuaikan dengan surat keputusan bersama (SKB) 4 Menteri ini,” ujar Ainun Na’im.  

Adapun tahapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah pada zona hijau dilakukan bertahap, dimulai dengan jenjang SMA sederajat, diikuti dua bulan setelahnya SMP sederajat, diikuti dua bulan setelahnya SD sederajat.

“Untuk zona hijau, paling cepat pembelajaran tatap muka dilakukan pada September nanti. Itupun harus berdasarkan jenjang pendidikan. Misal kalau SMA sederajat boleh tatap muka pada September, berarti untuk SMP sederajat selang dua bulan kemudian. Begitupun seterusnya,” ucapnya.

Evaluasi tersebut akan mempertimbangkan data kesehatan dan data pendidikan, masukan para ahli dan praktisi, serta masukan para orang tua, peserta didik, dan para pemangku kepentingan pendidikan lainnya.

“Urutan tahap dimulainya pembelajaran tatap muka dilaksanakan berdasarkan pertimbangan kemampuan peserta didik menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Terkait pembukaan sekolah di luar zona hijau, Ainun menjelaskan, saat ini Kemendikbud bersama Kementerian lain sedang mengevaluasi bagaimana zona di luar zona hijau dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

“Tentunya kita tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan, namun kita harus menjaga proses belajar yang aman dengan protokol kesehatan yang lebih ketat supaya risiko penularan Covid-19 bisa diperkecil,” tukasnya. (ogi/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *