Pecah Kepadatan di Stasiun Bogor, Pemkot Operasionalkan 150 Bus Bantuan

by -

METROPOLITAN – Pemerin­tah Kota (Pemkot) Bogor bak­al mengoperasionalkan 150 bus bantuan untuk mengantisi­pasi lonjakan penumpang di Stasiun Bogor. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Eko Prabowo mengaku pihaknya telah menyiapkan skenario untuk pengaturan bus dan penumpangnya.

”Pak Wali menyampaikan hari Senin personel harus op­timal dalam pengaturan busnya ataupun penumpangnya. Ma­kanya kami sudah menyiapkan skenarionya, yaitu papan jalur dan papan pembatas untuk antrean,” kata Kepala Dishub Kota Bogor Eko Prabowo usai peninjauan.

Eko menyebut setiap antrean akan dibuat kloter per saratus orang. Jika sudah bergeser, maka seratus orang berikutnya akan masuk. Yang belum dapat antrean, silakan antre di ke­reta. ”Jadi begitu alurnya supaya tidak memanjang dengan me­merhatikan physical distancing,” jelas Eko.

Eko mengatakan, bus per­tama akan berangkat pada pukul 05:00 WIB dan selanjut­nya berangkat setiap lima me­nit sekali. Nanti diseling an­tara bus besar dengan bus kecil. Jika dihabiskan bus kecil dulu akan terkendala bus besar. Apabila lewat di Jalan Djuanda dan Jalan Jalak Harupat dikha­watirkan crowded juga karena hari Senin.

”Jadi harus selang-seling, se­puluh bus kecil, sepuluh bus besar. Personel sudah kami siapkan di titik-titik pendang­kalan atau parkir. Sementara bus kecil maupun besar untuk komunikasi pergerakan bus ke stasiun,” pintanya.

Dengan adanya bantuan 150 bus gratis, Eko menilai mampu mengurangi kepadatan bagi sekitar 4.500 penumpang KRL. “Kami mendapat bantuan 75 bus kecil dengan kapasitas 20 penumpang per bus. Lalu 75 bus besar dengan kapasitas 40 penumpang per bus. Totalnya jadi 4.500 penumpang yang bisa terangkut,” terang pria yang akrab disapa Danjen itu.

Danjen menjelaskan, jumlah tersebut lebih besar dari momen yang sama sebelumnya. Sebe­lumnya hanya sekitar seribuan penumpang karena kapasitas yang boleh diisi 50 persen saja. ”Tetapi sesuai peraturan Per­menhub 41/2020, saat ini bus kecil maupun besar sudah bisa mengangkut 70 persen penumpang maksimal,” jelas­nya.

Eko berharap bantuan bus tersebut mampu mengurai kepadatan penumpang yang kerap terjadi setiap Senin pagi. Untuk itu, ia mengimbau pe­numpang tetap mengikuti arahan petugas di lapangan.

”Kami mengimbau untuk ikuti aturan yang ada. Walaupun ini gratis, tolong masyarakat sama-sama pahami, sama-sama sadar, sama-sama menger­ti untuk tertib diri. Antre yang baik, social distancing yang baik, physical distancing yang baik. Tidak usah berdesak-desakan atau menyerobot, nanti meru­gikan banyak orang. Pokoknya nanti kami atur, beri kewenangan kami untuk memberikan atu­ran itu. Insya Allah lancar,” tegasnya.

Terpisah, dalam keterangan tertulis, Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut akan menam­bah layanan bus. Jadi ada 150 bus total yang akan disiapkan mulai Senin besok, terdiri 75 unit dari Kemenhub dan 75 unit dari Pemprov DKI Jakarta. ”Untuk sepuluh bus di antara­nya akan berangkat dari pool bus DAMRI di samping Botani. Sisanya 140 bus akan berangkat dari Stasiun Bogor,” beber Bima.

Bima menyatakan bus gratis yang berangkat dari Stasiun Bogor untuk mengangkut pe­numpang ke titik tujuan Sudir­man, Tanah Abang, Juanda, Manggarai dan Tebet. Semen­tara bus yang berangkat dari pool DAMRI memiliki tujuan Sudirman dan Juanda. ”Jadi ini untuk perhatian seluruh warga, mudah-mudahan ini bisa men­gurai. Karena hitung-hitungan kami, lonjakan penumpangan di pagi hari ini masih bisa di­cairkan apabila busnya ditam­bah. Berdasarkan kesepakatan juga kapasitas bus akan ditam­bah, jadi sampai 70 persen,” pungkasnya. (in/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *