Pegiat Sosial Sebut Penyaluran BPNT tak Sesuai Aturan

by -

METROPOLITAN – Mencuatnya beberapa kasus yang ditemukan para pegiat sosial terkait kualitas dan kuantitas dalam penyaluran sejumlah komoditas barang dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di sejumlah wilayah, sepertinya belum mendapatkan perhatian serius dari pemangku kebijakan untuk segera ditangani.

Ketua LSM Masyarakat Pejuang Bogor (MPB), Atiek Yuli Setyowati, mengaku pihaknya telah banyak memiliki bukti bahwa dalam praktik penyaluran program BPNT terdapat berbagai hal yang telah menyalahi pedoman umum (pedum) tentang teknis pelaksanaan program BPNT. Salah satu contohnya adalah pengiriman barang dalam bentuk paket, dengan dalih untuk kemudahan penyaluran. “Ini sebenarnya sudah kesalahan fatal karena tidak sesuai Pedum pelaksanaan BPNT,” katanya.

Ia menambahkan, selain masalah kiriman barang yang dibuat secara paket, para oknum yang terlibat dalam pelaksanaan distribusi barang BPNT juga telah membuat para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dirugikan dengan kualitas barang serta kuantitas barang. “Beberapa KPM menerima barang tidak sesuai standar mutu yang bagus. Lalu kuantitasnya juga kurang. Apalagi memilih sesuai kebutuhan KPM, sulit rasanya. Padahal KPM punya hak untuk memilih sesuai kebutuhan mereka,” katanya.

Sementara pantauan Metropolitan, program BPNT di beberapa kecamatan tetap berjalan seolah tanpa ada masalah. Seperti yang terlihat di wilayah Kecamatan Ciseeng, Ketua Tenaga Sosial Tingkat Kecamatan (TKSK) Ciseeng Amung Sutarya, mengatakan, saat ini jumlah KPM di Kecamatan Ciseeng ada 4.739. Data bayar sesuai BNBA dari BNI 4.586 KPM. Sudah tersalurkan 4.300 KPM. Kartu/ATM bermasalah ada 289 KPM itu karena kartu bermalam dan masih di bank.

Amung juga mengatakan, jumlah 4.586 KPM tersebut adalah penerima bantuan reguler dengan kartu program dari BNI. Sementara untuk program perluasan dengan kartu Bank Mandiri berjumlah 1.728 KPM. (khr/c/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *