Pemprov Jabar Bagikan 1,3 Juta Paket Bansos

by -

METROPOLITAN – Pemerin­tah Provinsi Jawa Barat (Pem­prov Jabar) telah membagikan 1,3 juta paket bantuan sosial (bansos) tahap dua pada Ka­mis (9/7), yang dijadwalkan selesai selama 14 hari ke de­pan atau 22 Juli 2020.

Ketua Divisi Pemberdayaan Aparatur, Nonaparatur dan Masyarakat Gugus Tugas Per­cepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Dudi Sudrajat Abdulrachim, memastikan pihaknya telah menyelesaikan seluruh persiapan penyaluran paket bansos tahap kedua.

”Jumlah bansos yang disa­lurkan sebanyak 1.392.407 paket untuk data (penerima, red) non-DTKS (Data Ter­padu Kesejahteraan Sosial, red),” kata Dudi.

Penyaluran paket bansos tahap pertama, sambungnya, sudah rampung seluruhnya yang disertai sejumlah eva­luasi. Hasilnya menjadi bahan perbaikan dalam penyaluran paket bansos tahap kedua.

”Dalam paket bansos tahap kedua ini ada perubahan ko­moditas dari telur menjadi susu. Karena hasil evaluasi kemarin, telur banyak masa­lah. Kita ganti dengan susu UHT satu liter yang bisa tahan hingga delapan sampai sem­bilan bulan. Selain itu, kita juga tambahkan masker dalam paket bansos ini,” paparnya.

Pihaknya berharap tetap ada peran masyarakat untuk me­nyukseskan penyaluran ban­sos tahap kedua ini. Contoh­nya melaporkan lewat apli­kasi Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar) jika ada tetangganya yang layak mendapatkan ban­sos, tetapi belum terdata. Atau yang tidak layak menerima tapi menerima.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jabar Dodo Suhendar me­nyatakan seluruh data pene­rima bansos tahap kedua sudah divalidasi dan dipa­dankan agar tepat sasaran dan berkeadilan. Dalam validasi data, pihaknya mengusung prinsip kehati-hatian agar data penerima bansos tahap kedua ini lebih akurat.

”Koordinasi dengan sejum­lah pihak, seperti Ombudsman, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun dilakukan,” katanya.

Pihaknya juga berkolabo­rasi dengan BPKP untuk me­madankan data penerima bansos, baik data Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS), DTKS maupun KRTS non- DTKS. ”Data penerima bansos tahap dua sudah sesuai admi­nistrasi, tidak menerima lebih dari satu bantuan dan KRTS yang sudah menerima tahap pertama. Saat ini data kami lebih akurat dan kami pun lebih yakin. Karena saat proses pendataan, kami berdiskusi dengan Ombudsman, minta review kepada BPKP,” tegasnya.

Diketahui, paket bansos Pem­prov Jabar merupakan salah satu dari delapan pintu ban­tuan bagi warga terdampak pandemi. Selain bansos pro­vinsi, ada Kartu PKH, Kartu Sembako, bansos Presiden untuk perantau di Jabodetabek, Dana Desa, Kartu Prakerja, bantuan tunai Kementerian Sosial dan bansos kabupaten/ kota. (sin/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *