Pendidikan Vokasi Harus Tekan Angka Pencaker

by -

METROPOLITAN – Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan bakal komitmen menurunkan angka pengangguran.

Berdasarkan data yang ada pada 2018, angka pengangguran di Kota Hujan mencapai 9,28 persen. Pada 2019, pihaknya berkomitmen siap menurunkan angka tersebut menjadi 7,08 persen dari tahun sebelumnya.

“Kami akan menjalin kerja sama dengan perusahan-perusahan skala kecil, menengah, besar agar memberikan kesempatan kepada para calon lulusan SMK di Kota Bogor, untuk magang dan memperoleh pengalaman dalam sesuai bidang studinya,” katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna menentukan materi kejuruan, yang marak dibutuhkan sejumlah perusahaan sebagai upaya penyerapan lapangan pekerjaan.

Disinggung soal target, orang nomor satu di Kota Hujan itu mengaku siap menurunkan angka pengangguran di Kota Hujan menjadi 7,6 persen pada 2024 mendatang. “Intinya kami akan berusaha semaksimal mungkin dalam menekan angka pengangguran,” tegasnya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Metropolitan, angka pencaker Kota Bogor pada 2018 menyentuh angka 3.585 pencaker. Dengan rincian 2.591 pencaker lulusan SMK, 747 pencaker S1 dan 247 pencaker yang berstatus lulusan D3.

Tingginya angka pencaker lulusan SMK tentu membuat gerah berbagai pihak. Tak terkecuali Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. Dirinya menargetkan dalam kurun waktu lima tahun mendatang SMK mesti banyak diminati masyarakat.

Tak hanya itu, Nadiem juga berharap jika SMK dapat memberikan kontribusi nyata, dalam mengurangi angka pencaker di masa mendatang, dengan mengeluarkan lulusan yang siap bergelut di dunia pekerjaan.

Sebagai manajer pada satuan pendidikan, kepala sekolah harus seperti CEO perusahaan. Harus bisa mengelola sekolahnya dalam mencari dan mengembangkan peluang kerja sama dengan industri dan dunia kerja.

Guru-guru dan instruktur harus mau berlatih dan meningkatkan kompetensinya agar terus relevan dengan kompetensi yang digunakan dan dibutuhkan industri dan dunia kerja. “Jadi penting sekali kepala, guru, instruktur SMK terbuka pada perubahan dan melihat peluang perubahan,” imbuhnya dalam keterangan tertulis yang diterima Metropolitan. (ogi/c/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *