Pengunjung Pasar Cicangkal Kena Sanksi Bebersih dan Pushup

by -

METROPOLITAN – Guna memaksimalkan upaya pen­cegahan penularan virus corona dalam masa penera­pan PSBB transisi Kabupaten Bogor, jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kecamatan Rumpin, melakukan operasi gabungan penggunaan mas­ker di Pasar Cicangkal, Desa Sukamulya. Operasi gabung­an tersebut digelar dengan melibatkan petugas dari unit Pol PP, Polsek dan Koramil Kecamatan Rumpin.

Kepala Unit Pol PP Keca­matan Rumpin, Suwandi yang memimpin giat tersebut men­gatakan, operasi gabungan ini menyasar masyarakat baik pedagang maupun pembeli yang kedaoatan tidak mema­kai masker saat berada di tempat keramaian seperti Pasar Cicangkal dan perto­koan serta perkantoran di wilayah Desa Sukamulya. ”Operasi ini pemantauan pelasanaan penerapan PSBB transisi. Bagi para pelanggar yang tidak memakai masker, kami berikan sanksi sosial berupa hukuman push up atau bersih-bersih jalan,” kata Suwandi kepada Metro­politan, kemarin. Semen­tara itu, salah seorang pen­gunjung, Fajar (20) kedapatan tidak memakai masker dan terjaring operasi tersebut. Ia mengakulupa memakai mas­ker karena ketinggalan di rumah. ”Saya kena sanksi disuruh push up dan bersih bersih jalan. Ya saya terima salah, karena masker kan memang berguna untuk men­jaga kesehatan dari corona,” ujarnya.

Kepala Unit Pasar Cicang­kal, Beni Firmansyah me­nyambut baik kegiatan ope­rasi masker oleh GTPP Co­vid-19 Kecamatan Rumpin tersebut. ”Semoga bisa men­jadi perhatian bagi pengun­jung maupun pedagang di pasar ini. Saya berharap ini bisa dilakukan secara rutin, sehingga upaya pencegahan penyebaran Covid-19 bisa dilakukan maksimal,” pung­kasnya. (sir/c/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *