Persempit Jurang si Kaya dan si Miskin

by -

Membawa visi mewujudkan keadilan sosial dan kemandirian umat, Bale Zakat dan Sedekah (Bazas) lahir untuk mengingatkan orang-orang berkecukupan atau kaya (aghnia) berzakat dan bersedekah.

BAZAS terlahir atas gagasan dan inisiatif para santri muda di Jawa Barat. Bahkan, peng­elolaannya ditangani langsung para santri. Kehadiran Bazas diharapkan mempersempit jurang antara si kaya dan si miskin.

Inisiator Bazas yang juga Ketua DPW PKB Jabar, Syaiful Huda, berharap Bazas bisa tumbuh dan berkembang un­tuk melayani umat dan rakyat menjadi mandiri dan sejah­tera dari muzaki (pemberi zakat) untuk (penerima zakat) serta menjadikan mustahik menjadi muzaki.

”Hal itu dapat terwujud dengan cara mendekatkan pelayanan bagi orang miskin dan mengingatkan para agh­nia untuk berzakat dan ber­sedekah,” ujar Huda.

Huda yang juga Ketua Ko­misi X DPR RI itu melanjutkan, Bazas menjadi representasi kerja membangun peradaban. Melalui Bazas, jelas Huda, anak-anak yang tidak bisa ber­sekolah karena terkendala biaya disekolahkan. Yang tidak berdaya ekonominya dibantu agar berdaya, hingga mem­bantu yang sakit karena tak mampu berobat.

”Ini adalah kerja luhur dan itu yang kami harapkan. Bagi para pengurus, kami ucapkan selamat mengemban amanat ini, semoga ide maju sahabat-sahabat senantiasa diberi ke­mudahan dan kesuksesan,” katanya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Bazas Maulana Yusuf mengungkapkan, Bazas me­miliki visi menjadi lembaga pengelola dana titipan zakat, infak dan sedekah yang ama­nah demi terwujudnya keadi­lan sosial dan kemandirian umat.

Bazas mengusung dua pro­gram utama. Pertama untuk muzaki, di antaranya program orang tua asuh sebagai bentuk kepedulian sosial untuk men­jamin keberlangsungan pen­didikan anak-anak yatim dan pelajar dari keluarga prase­jahtera.

”Program ini berupa paket donasi pendidikan yang di­gunakan untuk keperluan pendidikan siswa dan santri dhuafa, di antaranya berupa pembayaran uang sekolah, pondok, dan keperluan lain­nya,” tuturnya.

Selain itu, tambah Maulana, para muzaki juga memiliki program tematis, kolektif, serta memberikan rekomen­dasi mustahik dan peringatan hari besar. (re/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *