Pesan Sabu Tinggal Klik

by -

Seiring perkembangan zaman, tindak kejahatan juga semakin berkembang. Teranyar, Satnarkoba Polresta Bogor Kota berhasil mengungkap peredaran narkoba yang diperjualbelikan secara online di media sosial (medsos). MS (26), MN (21) dan RS (31) diamankan atas kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 3 gram di pom bensin Pasirkuda, Kecamatan Bogor Barat, pada Sabtu (13/7) sekitar pukul 22:00 WIB.

JADI mereka memesan sabu seberat 3 gram, dengan empat bungkus klip kecil melalui medsos dan menerima barang via jasa pengiriman barang. Rencananya barang haram tersebut akan dijual kembali,” kata Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota Kompol Indra Sani saat jumpa pers di Mako Polresta Bogor Kota, kemarin.

Ia menyebut salah satu plat­form medsos yang paling sering digunakan untuk bisnis narkotika adalah Instagram dan Facebook. Prosesnya, para pembeli bisa memilih paket yang sudah disediakan dan membayar online mela­lui bank. ”Untuk pendistri­busiannya, yang pasti mereka memesan melalui salah satu fasilitas jasa pengiriman ba­rang,” bebernya.

Indra mengaku saat ini Tim Satnarkoba Polresta Bogor Kota masih melakukan peman­tauan di jejaring medsos untuk mengungkap peredaran dengan jenis operandi baru ini. Pe­mantauan ini dilakukan agar gembong narkotika yang ber­sembunyi di balik akun anonim dan masih belum terungkap bisa ditangkap.

Sebab, bandar narkoba ini mengamuflasekan barang dagangannya di Instagram dan Facebook dengan kata-kata tertentu sebagai isyarat. ”Bandar ini menggunakan akun anonim, dan akun ini masih belum terungkap,” ung­kapnya.

Selain itu, pelakunya menge­labui jasa pengiriman dengan memasukkan sabu ke wadah rokok maupun benda lainnya. Bahkan, ada pula yang sudah kerja sama dengan oknum di jasa pengiriman barang.

”Cara mengedarkan nar­koba di Instagram atau Face­book ini dianggap lebih aman. Dan pendistribusiannya yang pasti memesan melalui salah satu jasa pengiriman barang,” paparnya.

Namun, Indra memastikan barang haram yang beredar di Kota Bogor itu berasal dari luar Kota Bogor. Sebab, saat ini sudah tidak ada lagi rumah produksi di Kota Bogor. ”Untuk si pengirim masih belum kita tetapkan tersang­ka karena pengungkapannya terputus dari si penerima barang,” ujarnya.

Di sisi lain, peredaran nar­koba di Kota Bogor nyatanya masih cukup tinggi. Terlebih usai diberlakukannya Pem­batasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selama Juni kemarin, Satnarkoba Polresta Bogor Kota mengungkap 19 kasus peredaran narkoba.

Kapolresta Bogor Kota Kom­bes Pol Hendri Fiuser men­jelaskan dari 19 perkara yang berhasil diungkap, terdapat 24 orang ditetapkan tersang­ka dengan berbagai jenis ba­rang bukti. ”Jadi pengungka­pan selama satu bulan, kami berhasil mengungkap 19 perkara dengan jumlah 24 tersangka,” kata Fiuser, kema­rin.

Ia menilai ada tiga jenis nar­koba yang sejauh ini masih beredar di Kota Bogor. Yaitu ganja, sabu dan tembakau sintetis jenis gorilla. Untuk narkoba jenis sabu yang ber­hasil diamankan yakni 66 gram, ganja 2.052 gram dan tembakau sintetis gorilla 90 gram.

”Jadi untuk menanggulangi narkoba dibutuhkan kerja sama dari semua elemen ma­syarakat. Karena sekarang kan narkoba sudah menyasar semua kalangan, dari yang muda, remaja dan orang de­wasa,” ucap Fiuser.

Atas perbuatannya, tambah Fiuser, para pelaku dijerat Pasal 114 Ayat 2 subsider Pa­sal 112 Ayat 2 dan Pasal 114 Ayat 1 subsider Pasal 111 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Nar­kotika. “Para pelaku diancam hukuman enam sampai 20 tahun penjara, dengan denda maksimal Rp1 miliar,” tandas­nya. (dil/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *