Putus Penyebaran Covid-19, Gojek Galakkan Program J3K

by -

METROPOLITAN – Untuk memastikan mitra drivernya dalam kondisi sehat, menejemen Gojek dirikan lima posko pemantauan dan pengecekan kesehatan bagi driver Ojol. Kelima posko tersebut, tersebut di seluruh pelosok Bogor Raya, baik Kota maupun Kabupaten Bogor.

Tak hanya posko pengecekan bagi mitra driver, menejemen juga menerapkan program Jaga Kesehatan, Jaga Kebersihan dan Jaga Keamanan (J3K), sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam memutus penyebaran covid-19 di Kota Hujan.

Head of Corporate Affairs Region Gojek Banten, Jawa Barat Arum K. Prasodjo mengatakan, Jaga Kesehatan pada program J3K nantinya akan mewajibkan kepada mitra driver untuk senantiasa melakukan pengecekan kondisi kesehatannya di lima posko kesehatan yang sudah disediakan.

“Dijaga Kesehatan ini, selain mengharuskan para mitra driver melakukan pengecekan kesehatan secara berkala, kami jiga memberikan edukasi terkait protokol dan prosedur kesehatan. Bahkan kita juga siapkan tenaga medis khusus yang bertugas untuk memastikan kondisi driver tetap sehat, dalam layanan telemedik atau Gomed,” katanya.

Sementara itu, untuk Jaga Kebersihan dalam Program J3K, setiap kendaraan bakal disemprot dengan disinfektan secara berkala, di posko kesehatan. Bahkan pihaknya juga memastikan, kebersihan terhadap mitra Gofood, sesuai dengan aturan dari BPOM.

Untuk Jaga Keamanan pada J3K, sambung Arum, pihaknya mulai melakukan pendistribusian partisi atau pembatas antar penumpang dan pengemudi. Hal ini dilakukan berdasarkan anjuran dan himbauan dari pemerintah daerah.

“Untuk partisi GoCar kita sudah mendistribusikan 1500 partisi perhari ini. Sementara untuk partisi GoRide baru sekitar 100. Kita juga memberikan informasi terkait kondisi kesehatan driver, yang bisa diakses pelanggan melalui aplikasi. Jadi pelanggan sudah tidak perlu khawatir lagi,” ujarnya.

Partisi sendiri, dibagikan pihaknya berdasarkan keaktifan dari masing-masing driver. Dirinya juga menghimbau kepada para driver yang belum mendapatkan partisi untuk bersabar.

“Untuk mekanisme pendistribusiannya kita lihat berdasarkan kinerja atau keaktifan akun. Jadi nanti akun akan menerima notifikasi, untuk pengambilan partisi ini. Jadi tidak ada syarat khusus, dan biaya administrasi. Semua gratis, hanya bermodalkan keaktifan akun saja,” tutupnya.

Kepala Distrik Bogor dan Depok Gojek Indonesia, Mantino Stefanus Taruli mengatakan, secara umum lima posko pemantauan dan kesehatan Gojek didirikan pihaknya di dua wilayah, Kota dan Kabupaten. Dengan rincian satu posko di Kota Bogor, sementara empat lainnya di Kabupaten Bogor.

“Untuk Posko Kota Bogor, ada di Kator Gojek Bogor, di Jalan Sholeh Iskandar, Kedung Badak, Tanahsareal. Untuk Kabupaten Bogor ada di Cibinong, Gunung Putri, Bojonggede dan di kawasan Ciomas,’ singkatnya.

Mantino berharap, dengan adanya sejumlah konsep dan program tersebut, dapat mengurangi resiko dan potensi penyebaran covid-19. Sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada para penumpang.

“Tentu kita ingin dengan adanya program ini, bisa setidaknya memutuskan mata rantai penyebaran covid-19. Kita juga ingin melindungi semuanya, baik penumpang maupun driver kita,” tutupnya. (ogi/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *