Rayakan Hari Jadi ke -11, Bima Puji Kinerja Perumda PPJ

by -

METROPOLITAN.ID – Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, hadiri acara syukuran hari jadi ke-11 Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya (PPJ), di Pasar Sukasari, Kota Bogor, Rabu (29/07).

Dalam kegiatan tersebut, orang nomor wahid di Kota Hujan ini menilai, jika Perumda PPJ Kota Bogor sudah bekerja sangat baik dalam kurun waktu 15 bulan kebelakang ini.

Direksi telah membangun kolaborasi yang baik dengan semua, sehingga banyak progres terjadi di pasar tradisional. Mulai dari beragam inovasi dan kebijakan, hingga keberhasilan melakukan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk masuk ke dalam pasar.

Bima ingin, kedepannya pihak Direksi Perumda PPJ mesti mengejar sejumlah target-target yang mesti diikhtiarkan dan direalisasikan. “Saya ingin pasar tradisional tidak hanya menjadi pusat belanja masyarakat saja, tapi juga sebagai tempat wisata dan surga belanja untuk para pelancong yang datang,” katanya.

Suami dari Yane Adrian ini juga tak melulu menargetkan Perumda PPJ Kota Bogor untuk ikut ambil andil menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Yang terpenting yang mesti dilakukan yakni, menjadikan pasar tradisional sebagai tempat belanja yang nyaman.

Ketika publik terlayani dengan baik, PKL masuk ke dalam pasar, secara otomatis akan mendongkrak perputaran ekonomi di dalam pasar. Jadi bukan hanya sebatas mengukur dengan besaran sumbangan PAD, melainkan mendorong dan berfikir untuk menghidupkan perekonomian masyarakat dari pasar tradisional.

“Pasar ini kan bagian dari pelayanan publik. Yang penting adalah membuat pedagang dan pengunjung nyaman. Ini semua untuk meningkatkan jumlah transaksi dan perputaran uang. Saat ini semua sudah terjadi, secara otomatis PAD akan datang sendiri,” ucapnya.

Bima berpesan kepada jajaran direksi Perumda PPJ Kota Bogor, untuk menjaga komunikasi dengan para pedagang. Seperti senantiasa melibatkan pedagang dalam mengambil keputusan dan bermusyawarah.

“Saya titip satu hal, yang harus dijalankan dengan baik oleh direksi. Yakni komunikasi dengan pedagang, jadi semua program harus melalui musyawarah. Dengan paguyuban pedagang, dengan pedagang Lawang Seketeng, Pedati, semuanya harus lewat komunikasi yang baik dan musyawarah,” pesannya.

Sementara, Direktur Utama Perumda PPJ Kota Bogor Muzakkir mengatakan, kondisi internal kondusif dan seluruh karyawan mulai naik produktifitasnya dan pengembangan unit bisnis dari Pasar Pakuan Jaya terus dikembangkan dengan berbagai inovasi yang terus dilakukan.

Kedepan, lanjut Muzakkir, pihaknya akan mengurangi penggunaan uang tunai di pasar dengan sistem aplikasi berbasia barcode. “Kita akan melaunching e-Kujang yang merupakan sistem tata cara bayar dengan cara elektronik. Tidak ada transaksi uang langsung dalam jual beli antara pedagang dan konsumen,” ujarnya.

Terkait permintaan Walikota Bogor untuk menjalin komunikasi yang baik dengan para PKL, Muzakkir mengaku bakal berkolaborasi dengan Dinas Koprasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dalam kegiatan penertiban dan relokasi PKL.

“Jadi pemindahan atau relokasi PKL semakin kondusif dengan kerjasama antar dinas instansi. Target kedepan akan dilakukan penertiban terhadap 200 PKL di jalan Gang Aut dan dimasukan kedalam Pasar Cumpok,” tukasnya. (ogi/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *