Rumah Sakit di Bogor Bakal Ditutup Jika Tularkan Corona

by -

METROPOLITAN.id – Kota Bogor tengah memasuki masa pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) usai berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Diterapkannya pra-AKB saat ini lantaran pertumbuhan kasus ekspansional Covid-19 di Kota Bogor sudah turun jauh.

Untuk menjaga tidak adanya penambahan klaster baru corona saat pelaksanaan pra-AKB, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor bakal mengambil langkah tegas. Salah satunya, menutup rumah sakit yang menjadi lokasi baru penyebaran virus corona.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, delapan rumah sakit yang menjadi rujukan di Kota Bogor akan menandatangani surat pernyataan bersama setelah keluarnya SK Gubernur Jawa Barat soal rumah sakit rujukan baru salama pra-AKB nanti.

“Apabila terjadi insiden atau kasus penambahan covid terkonfirmasi positif, maka kita dapat melakukan penutupan sementara,” kata Dedie, Kamis (2/7).

Terpisah, Direktur RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir, mengaku siap menerima konsekuensi apapun jika terjadi penularan atau RSUD Kota Bogor menjadi locus baru penyebaran Corona.

Sebab, saat ini RSUD sudah menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan sudah mempersiapkan protokol jika terjadi situasi terburuk (worst situation).

“Jadi sebenarnya kita memang diperintahkan oleh daerah Kota Bogor, pertama mempersiapkan the war situation (situasi terburuk). Jadi mau tidak mau kesiapan dari personel, SDM, peralatan, kemudian sarana dan prasarana itu harus yang nomor satu. Itu yang harus kita perhatikan,” kata Ilham.

Salah satu kesiapan dalam menghadapi worst situation yakni blok III yang merupakan gedung baru yang terdiri dari 4 lantai disiapkan menjadi tempat perawatan bagi pasien OTG, ODP, PDP dan pasien terkonfirmasi positif.

Jumlah ruang yang disediakan pun tak tanggung-tanggung, ada 112 kasur. Bahkan, RSUD Kota Bogor juga membagi penanganan pasien disetiap lantai. Contohnya untuk lantai satu Blok III dikhususkan untuk merawat anak-anak.

“Hampir semua tenaga medis juga sudah siap. Kami melibatkan sekitar 400 orang perawat, tambah dokter, tambah bidan karena ada yang persalinan. Total kurang lebih 400 dan sekarang kita sesuaikan,” jelasnya.

Saat ini, RSUD Kota Bogor tengah merawat 8 orang dengan status OTG dan PDP. Untuk kasus positif yang dirawat di RSUD berjumlah 47 orang. (dil/a/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *