SDN Hambaro 03 Rusak tak Terurus

by -

METROPOLITAN – SDN Hambaro 03 di Kampung Jeruk, RT 04/03, Desa Sukaluyu, Ke­camatan Nanggung, rusak berat.

Tidak hanya lingkungan yang digenangi air saat hujan, atap sekolah juga kerap bocor. Be­lum lagi kondisi sarana dan prasarana untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sang­at memprihatinkan.

Pantauan Metropoli­tan, meja kursi yang biasa digunakan untuk belajar nampak beranta­kan. Bangunan SDN Hambaro 03 pun mirip gedung tua yang tak terurus. Ini pula yang di­keluhkan anggota BPD Desa Sukaluyu, Budian­syah.

Menurutnya, salah satu bangunan sekolah ini pun jebol, ditambah rumput di area sekolah mulai tinggi. Kondisi tersebut diperparah dengan cat tembok yang mulai mengelupas hingga bangunan toilet yang tidak laik pakai. “Bahkan bangunan toilet tanpa pintu satu pun. Kon­disi sekolah ini parah sekali,” katanya.

Ia pun mendorong Pemerin­tah Kabupaten (Pemkab) Bo­gor segera mengambil tinda­kan tegas untuk memper­baiki bangunan sekolah. ”Sejak kondisi sekolah ba­nyak yang rusak, siswa baru berkurang. Banyak orang tua yang tidak mau menyekolah­kan anaknya di sini,” ujarnya.

Sebelum ada wabah virus corona, sambung dia, kon­disi sekolah nampak kumuh dan tidak terurus. Padahal, kalau dari usianya, gedung sekolah ini pernah dibangun beberapa tahun lalu. ”Kami minta pihak terkait segera memperhatikan sekolah ini. Termasuk kualitas tenaga pengajarnya harus lebih dit­ingkatkan,” pintanya.

Sementara itu, Kepala SDN Hambaro 03, Jumadi, mem­benarkan kondisi sekolah yang mengalami kerusakan cukup berat tersebut. Hal ini berdam­pak pula pada penurunan minat siswa bersekolah di SDN Hambaro 03. Sejak 2013 siswa binaannya sebanyak 80 murid. Namun kini jumlah siswanya berkurang setengahnya. ”Se­karang sisa 40 siswa. Minat masyarakat menyekolahkan anaknya sangat kurang lanta­ran kondisi bangunan seko­lahnya tidak memadai,” kata­nya. Jumadi menambahkan, kondisi gedung sekolah yang jauh dari kata layak terpaksa masih digunakan untuk Ke­giatan Belajar Mengajar (KBM). Bahkan, seluruh siswanya dari kelas 1 sampai kelas 6 digabung dalam tiga ruangan.

“Kita terpaksa menyekatnya agar KBM tetap berlangsung. Sudah sering kita ajukan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Informasinya, tahun ini gedung sekolah itu akan dibangun,” pungkasnya. (ads/c/ feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *