Selamat Tinggal Istriku… (8)

by -

Tentu saja hal ini terasa capek baginya. Namun sekali lagi ia terlihat tegar tak pernah aku mendengar ia mengeluh.

Akhirnya dengan berbagai pertimbangan akupun menyetujui untuk dilakukan ke­moterapy terhadap istriku

Tanggal 6 April 2008 …

Kira-kira jam 12 siang kemo tahap per­tama dilakukan. Dengan perasaan tak me­nentu aku melihat dokter meracik obat dengan perlengkapan pengaman yang lengkap. Karena menurut dokter obat ini memang keras.

“Ya Allah beri kekuatan pada istriku…!” Beri kesembuhan melalui ihtiar obat ini ya Allah..!”

Sepanjang proses pengobatan tak hentinya kupanjatkan do’a dan dzikir dibantu dengan beberapa anggota keluarga.

Menurut Dokter kemo ini dilakukan dalam 3 sampai 5 tahap. Satu tahapan kemo mema­kan waktu 5 hari kemudian jeda 3 minggu untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Hari kedua setelah kemo kurang lebih jam 9 malam, istriku mulai merasa mual dan muntah. Hari ketiga jam 12 malam mulai keluar mimisan dengan darah hitam mengen­tal. Hari ke empat jam 8 pagi ketika saya memandikan dan membersihkan mulutnya yang terus menerus mengeluarkan lendir, terdapat lendir bercampur darah hitam pekat dan mengental.

Menurut dokter ini adalah tanda kanker­nya sudah mulai hancur. Malam harinya istriku tidur sangat nyenyak dan tidak ba­nyak batuk berdahak seperti hari-hari se­belumnya.

Alhamdulillah kemo tahap pertama sele­sai. Dokter bilang jika kondisi istriku mem­baik maka tiga hari lagi boleh pulang. Ter­lihat wajah cerah istriku ketika mendengar kabar ini. “nanti kalo pulang mau kemana bun.. ke Sawangan apa ke Kebayoran (rumah ibunya)?”

bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *