Sengketa Plaza Bogor, Pemkot Diminta Bayar Ganti Rugi Rp69 Miliar

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sampai saat ini masih berperkara dengan PT Bina Karya Nusantara (BKN) terkait sengketa status plaza Bogor.

Kepala Bagian Hukum dan HAM Kota Bogor, Alma Wiranta menjelaskan, sengketa yang tengah dipersoalkan terkait jangka waktu pengelolaan Plaza Bogor.

“Status plaza Bogor masih bersengketa dengan PT BKN, isi sengketa terkait jangka waktu pengelolaan Plaza Bogor yang tertuang dalam perjanjian dan SHGB,” kata Alma, Rabu (1/7).

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Alma mengaku Pemkot Bogor tengah mengambil langkah banding.

Sebab, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Kota Bogor tahun 2018, Pemkot Bogor diharuskan membayar ganti rugi sebesar Rp69 miliar atau memperpanjang hak pengelolaan selama lima tahun.

“Untuk kepastian hukumnya saat ini masih dalam proses upaya hukum banding,” terangnya.

Sebelumnya, Pemkot Bogor sudah tiga kali berperkara dengan PT BKN, baik di PN ataupun di PTUN, terkait sengketa Plaza Bogor.

Pada 2014, perkara di PTUN dimenangkan oleh Pemkot Bogor sampai putusan kasasi. Lalu untuk perkara perdata di PN pada 2017, dimenangkan kembali oleh Pemkot Bogor sampai tingkat kasasi. Namun pada 2018, dimenangkan pihak PT BKN di tingkat pertama.

Dalam perjalanannya, Plaza Bogor digadang-gadang bakal dijadikan park and ride oleh Wali Kota Bogor ketika masa hak guna bangunan (HGB) Plaza Bogor habis di 2017.

Namun, seiring berjalannya waktu, rencana relokasi pun terhenti karena Pemerintah Kota Bogor kalah dalam sidang perdata di PN.

Ketika disinggung kembali soal sengketa Plaza Bogor dan kewajiban membayar ganti rugi sebesar Rp69 miliar, Wali Kota Bogor Bima Arya enggan berkomentar.

“Saya belum pelajari itu, saya belum mau berkomentar dulu,” pungkasnya. (dil/a/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *