Sengketa Tempat Sampah, DLH Bogor Sodorkan Tiga Opsi

by -

METROPOLITAN.id – Persoalan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di Klaster Oakwood, Bogor Cimanggu Villa (BCV), Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor.

Untuk mengurai persoalan tersebut, Kepala DLH Kota Bogor Deni Widianto mengaku sudah menyodorkan tiga opsi solusi ke pihak pengembang.

“Di antaranya adalah membangun TPS baru, mengubah sistem pengangkutan sampah atau normalisasi TPS lainnya. Jadi TPS di dekat klaster Oakland diganti keberadaannya,” ungkap Deni, Senin (13/7).

Menurutnya, untuk pembangunan TPS memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab berdasarkan sepengatahuan dirinya, pihak pengembang meminta waktu karena tengah mengajukan lokasi pembangunan TPS baru ke manajemen pusat.

Sedangkan untuk perubahan sistem pengangkutan, saat ini pihaknya mengangkut sampah di TPS Oakwood setiap Senin, Rabu dan Jumat.

Perubahan sistem bisa saja dilakukan dengan mengerahkan gerobak sampah atau motor sampah yang dipusatkan disatu titik, lalu diangkut ke armada truk sampah tanpa harus menumpuk di TPS agar warga tidak kebauan.

“Sedangkan untuk normalisasi TPS, ada satu TPS di dekat TPU yang berada tidak jauh dari Blok H. Nah TPS itu memang tidak aktif tapi punya lahan yang cukup luas. Tapi banyak sampah yang menumpuk disana, jadi harus dinormalisasi dulu sebelum diaktifkan lagi,” jelasnya.

Untuk menormalisasi TPS tersebut, sambung Deni, tidak cukup hanya menggunakan 10 armada truk saja. Sebab sampah yang menggunung sudah ber ton-ton.

“Jadi memang semua dikembalikan lagi kepada pengembang dan warga. Kami sebagai perwakilan pemerintah hanya sebagai mediator saja,” ujarnya.

Sebelumnya, gelombang penolakan terhadap keberadaan TPS di dekat klaster perumahan Oakwood, Bogor Cimanggu Villa (BCV), Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, disuarakan oleh warga.

Hal tersebut lantaran warga merasa dirugikan dengan keberadaan TPS yang berjarak hanya 50 meter dari pemukiman warga.

Rina (40) yang merupakan warga Klaster Oakwood, mengaku semenjak aktifnya TPS, aktifitas warga menjadi terganggu karena bau yang menyengat dari tumpukan sampah.

“Bahkan kemarin kami sempat menemukan adanya ular disekitaran TPS. Ini kan sangat meresahkan kami,” ujar Rina

Para warga yang merasa resah pun akhirnya mencoba mengadukan hal ini kepada pengelola yang dipegang oleh PT. Gapura Prima.

Namun aduan yang sudah dilayangkan selama kurang lebih dua tahun ini nampaknya tak digubris oleh pihak manajemen.

Sampai saat ini, Metropolitan.id masih mencoba menghubungi pihak manajemen namun belum mendapatkan jawaban perihal adanya sengketa TPS ini. (dil/a/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *