Serapan Anggaran untuk Bansos Covid-19 Capai Rp1,5 Triliun

by -

METROPOLITAN – Total anggaran penanganan Co­vid-19 di Jawa Barat (Jabar) Rp1,423 triliun. Sejauh ini, serapan anggaran sudah men­capai Rp1,158 triliun dengan dominasi untuk penggunaan jaring pengamanan sosial atau bantuan sosial.

Sekretaris dan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Ja­bar Daud Achmad mengatakan, selain untuk bantuan sosial, anggaran itu digunakan untuk pengadaan alat kesehatan. ”Untuk bansos itu (sudah ter­serap, red) Rp1,158 triliun. Untuk alat kesehatan Rp248 miliar terserap,” kata Daud.

Mengenai penggantian ban­tuan sosial berupa telur, akan diganti susu dan masker lima lembar. Penggantian itu ia pastikan tidak mengurangi nilai rupiah yang substitusi. Paket bansos Pemprov Jabar bagi warga terdampak Covid-19 sendiri berisi kombinasi paket sembako senilai Rp350 ribu dan uang tunai Rp150 ribu.

Sebanyak 1.466.375 Kelu­arga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) terdampak Covid-19 yang tidak masuk Data Ter­padu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi penerima bansos dari Pemprov Jabar.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jabar Dodo Suhendar menam­bahkan, data itu berdasarkan hasil validasi terbaru. Data KRTS non-DTKS tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor: 406/Kep.251-Dinsos/2020 tentang Daftar KRTS non-DTKS penerima bantuan Pemprov Jabar bagi masyara­kat yang terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskomin­fo) Jabar yang juga Ketua Di­visi Pelayanan Informasi, Pusat Data dan TIK Gugus Tugas Jabar Setiaji mengata­kan, aplikasi Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar) terus diperbarui.

Pikobar berkolaborasi dengan 16 pihak/start up/komunitas dalam pengembangannya. Selain itu, hingga kini terda­pat 38 aplikasi/fitur dalam aplikasi Pikobar. Terdapat fitur baru yang memungkin­kan aplikasi Pikobar diguna­kan penyandang disabilitas netra atau tunanetra.

”(Aplikasi) Pikobar sekarang user friendly untuk tunanetra, jadi teman-teman netra seka­rang bisa menggunakan Piko­bar. Tombol yang tadinya di­baca, untuk tunanetra bisa dikeluarkan suara,” ujar Seti­aji melalui keterangan tertulis.

Product Manager Pikobar Adityo Trimurdani menjelas­kan fitur teranyar bagi tuna­netra memanfaatkan fitur bawaan Android dan iOS.

”Jadi di Android ada Talkback di iOS ada VoiceOver. Ketika kedua fitur itu di masing-ma­sing device (gawai) pengguna diaktifkan, maka nanti apli­kasi Pikobar tombol-tombol­nya dikonversi menjadi audio. Jadi misal klik Data Jabar, yang muncul audionya,” pungkas­nya. (mer/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *