Terapkan Protokol Kesehatan, PHRI Siap Rangkul Industri Pariwisata

by -

METROPOLITAN – Perhim­punan Hotel Restoran Indo­nesia (PHRI) Kabupaten Bogor berkomitmen membantu sekaligus mendorong program pemerintah daerah. Termasuk dalam menggenjot sektor pa­riwisata di tengah pandemi.

Ketua PHRI Kabupaten Bo­gor Budi Sulistyo mengatakan, sejak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pro­porsional, sejumlah hotel yang berada di bawah naungan PHRI mulai beroperasi.

Namun, Budi menegaskan bahwa dibukanya kembali hotel tersebut sesuai arahan pemerintah yakni mengede­pankan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami terapkan protokol kesehatan untuk setiap tamu yang menginap. Mulai dari memeriksa suhu tubuh, me­nyediakan handsanitizer dan mewajibkan penggunaan masker,” kata Budi saat dis­ambangi Harian Metropolitan di Hotel Mars 91, Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin (6/7) siang.

Ia mengaku saat ini pengun­jung pun mulai ada pening­katan dari sebelumnya saat aturan PSBB diberlakukan.

”Alhamdulillah, mulai me­rangkak naik 50 persen untuk operasional sejak hotel kem­bali buka,” ujarnya.

Budi menyebut sebelumnya seluruh pengelola hotel di bawah naungan PHRI berini­siatif menutup operasional hotel. Hal itu menjadi salah satu upaya menekan kasus penularan Covid-19, khususu­nya di wilayah Kabupaten Bogor. Saat itu, pihaknya belum menerima arahan apa pun dari pemda.

”Hotel-hotel di bawah naung­an PHRI tiga bulan lalu menutup secara mandiri. Dan itu inisiatif kami, bukan dari kebijakan pemerintah. Kami lakukan ini karena tidak meng­inginkan hal yang tidak diing­inkan dan membantu program pemerintah untuk mencegah penularan wabah tersebut,” paparnya.

Budi mengatakan, saat ini baru 90 hotel dan restoran yang tergabung dalam PHRI. Ia pun bercita-cita merangkul seluruh industri pariwisata di Kabu­paten Bogor. ”Ya baru 30 per­sen. Karena secara keseluruhan informasi yang terhimpun ada 600 hotel dan restoran yang ada di Kabupaten Bogor,” terang Budi.

Menurut Budi, apabila setiap anggota PHRI dapat bersatu, maka ini bisa menjadi nilai jual bagi pemerintah.

”Saya berharap, karena in­dustri ini menghasilkan PAD, tentunya bisa diakomodasi pemerintah,” katanya.

Di lain hal, Budi memaparkan, PHRI yang juga berada di ba­wah Dinas Kebudayaan Pari­wisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor berupaya mendukung program pemerintah daerah.

”Tujuannya agar terealisasinya sinkronisasi antara PHRI dengan pemeritah. Seperti halnya im­bauan protokoler kesehatan,” tandasnya. (yos/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *