Tersangka Pilkades Cadasngampar Masih Keluyuran

by -

METROPOLITAN – Lama tak terdengar, kasus Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cadas Ngampar kembali mencuat. Tim kuasa hukum Lilis Saodah yang merupakan peserta Pilkades bersama sejumlah warga mendatangi Polres Bogor untuk menanyakan perihal kelanjutan penanganan kasus joki yang terjadi pada saat Pilkades di Desa Cadas Ngampar, Kecamatan Sukaraja.

Kedatangan kuasa hukum Lilis Saodah bersama masyarakat untuk menanyakan soal kelanjutan prores penyidikan HS yang telah ditetapkan menjadi tersangka karena diduga menjadi joki dalam Pilkades di Desa Cadas Ngampar. “Karena sudah hampir satu bulan lebih kami belum mendapatkan informasi lanjutan terkait hal tersebut,” kata Kuasa Hukum Lilis Saodah Jhon Piter Simanjuntak.

Setelah pengembalian berkas dari kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor karena dianggap belum lengkap, Jhon mengaku mendapatkan informasi jika HS dikirim keluar kota oleh perusahaan dimana tempatnya bekerja. “Kalau sudah jadi tersangka harus menyedik bisa menahannya, agar tersangka ini tidak keluar kota,” paparnya

Sebelumnya, Calon Kades Cadas Ngampar nomor urut dua, Lilis mengaku merasa dirugikan saat pemilihan Pilkades Cadas Ngampar.Dirinya sempat  meminta agar Bupati Bogor menunda untuk pelantikan Kades Cadas Ngampar. Lantaran Satreskrim Polres Bogor saat ini sudah menetapkan dua tersangka yang sudah dilaporkan oleh pihaknya tersebut. Ia menjelaskan, dugaan mengenai istri calon kades Cadas Ngampar nomor urut satu yaitu Jejen selaku kades terpilih itu, sudah jelas melakukan kecurangan penggelembungan suara dan melakukan jasa Joki kepada warga luar dari desa tersebut.

“Dengan adanya kasus ini yang memang yang saya dengar, sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kasat Reskrim, saya meminta Bupati agar menunda proses pelantikan besok, karena kasus dalam proses sedang berlangsung,” jelasnya saat menunjukkan bukti pelaporannya yang diterima dan dua orang sudah menjadi tersangka.

Dirinyapun sudah melaporkan sebanyak tujuh orang yang disinyalir sebagai pelaku penggelembungan, dan baru dua yang terbukti dan dicap Tersangka oleh Satreskrim Polres Bogor. “Sampai detik ini dari sejak habis pemilihan tanggal 3 November lalu, saya tidak pernah berhenti melakukan keadilan, kemanapun sumber informasi bisa membantu untuk mencari keadilan saya, sampai saat ini saya terus berjuang walaupun besok pelantikan saya memperjuangkan hak saya dan hak warga Cadas Ngampar yang sudah di dzolim dan di khianati,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika pelantikan tetap dilaksanakan, dirinya akan terus melakukan prosedur dengan baik dan akan menghormati hak itu. Bahkan, dirinya akan memproses ke PTUN.

“Saya akan mengikuti prosedur bagaimana caranya pembatalan itu ada, kalau mungkin harus ke PTUN itu akan kita tempuh, kalau memang itu yang terakhir, selagi ada dukungan dari warga saya akan terus memperjuangkan, sampai sejauh mana pun akan dikejar hal saya itu, sampai PTUN kita akan proses” pungkasnya.

Sekedar diketahui, pada proses pemilihan kepala desa Cadas Ngampar suara nomor urut satu yaitu Jejen dan nomor urut dua Lilis hanya terpaut selisih 15 suara. (tem/mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *