Tiga Jurus Perumda Tirta Pakuan Atasi Keluhan Kenaikan Tarif Tagihan

by -

METROPOLITAN.ID – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan belakangan ini tengah menjadi sorotan. Hal ini terjadi lantaran banyaknya pelanggan yang mengeluhkan, mahalnya biaya administrasi perusahaan plat merah milik Kota Hujan tersebut.

Manager Humas dan Pelayanan Pelanggan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Sonny Hendarwan mengatakan, lonjakan biaya tagihan air bulan Juli, mayoritas terjadi karena akumulasi pemakaian kubikasi air pada masa pandemi Covid-19, tepatnya selama masa Work From Home (WFH).

Tingginya lonjakan biaya administrasi, juga lantaran periode laporan angka stand mater air mandiri yang kurang maksimal, sehingga prosentase pelaporan kurang signifikan dengan total jumlah pelanggan.

Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berjalan, pada April hingga Mei, Perumda Tirta Pakuan tidak melaksanakan pembacaan meter ke rumah-rumah pelanggan. Pihaknya hanya menerapkan program Baca Meter Mandiri. Ini untuk mencegah penyebaran covid-19 saat aktivitas pembacaan meter ke rumah pelanggan.

“Namun angka pelaporan meter mandiri kurang 10 persen dari total jumlah pelanggan Tirta Pakuan. Pelanggan yang tak melapor kemudian dikenakan pemakaian rata-rata enam bulan terakhir,” katanya kepada Metropolitan saat ditemui di ruangannya.

Pada awal Juni, petugas pembaca meter kembali membaca meter ke rumah pelanggan. Sehingga muncul angka asli kubikasi pemakaian air pelanggan. “Nah ini yang menyebabkan lonjakan pembayaran pada bulan Juli. Karena nilai tagihan yang muncul adalah nilai kubikasi asli dari pemakaian bulan April-Juni,” ungkapnya.

Lonjakan tagihan juga bisa terjadi karena ada kebocoran pada jaringan perpipaan di dalam rumah pelanggan. Sonny mempersilakan pelanggan melaporkan keluhan lonjakan pembayaran rekening air bulan Juli, kepada petugas hubungan langganan dengan membawa foto angka stand meter.

“Terkait tunggakan yang melonjak Tirta Pakuan akan menghitung dengan data yang ril, dan bilamana ada kesalahan di dalam penetapan kubikasi, misalnya terlalu tinggi menetapkan nilai rata-rata, maka Tirta Pakuan akan melakukan koreksi atau penyesuaian dengan mengembalikan kelebihan pembayaran,” tegasnya.

Direktur Umum Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan mengatakan, tidak ada penyesuaian tarif air dalam perhitungan tagihan rekening air bulan Juni 2020. Kenaikan terjadi karena konsumsi air dari pelanggan yang melonjak karena dampak dari PSBB.

Rino menegaskan semua data penggunaan air pelanggan bisa dicek. “Data masing-masing pelanggan sesuai dengan nomor pelanggan tersedia di data kami, sehingga bisa dijelaskan penyebab kenaikan rekening yang dirasakan pelanggan,” ujarnya.

Pihaknya tetap meminta kepada masyarakat yang masih kebingungan terkait lonjakan air pada Juli ini, agar segera mendatangi kantor Perumda Tirta Pakuan di Jalan SIliwangi 121 pada jam kerja atau tenan Tirta pakuan di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor.

Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, juga menyiapkan sejumlah solusi dan skema untuk menangani permasalahan ini. Saat mengetahui ada lonjakan pembayaran, pelanggan bisa langsung berkomunikasi dengan Tirta Pakuan. Baik datang langsung ke kantor, atau melalui Call Center di nomor 0251-8324111 dan WA 08111182123.

“Silahkan datang kepada kami, pasti akan kami layani. Kalau ada yang kurang jelas tim kami akan membantu menjelaskan. Intinya kami menyiapkan tiga opsi. Pertama memberikan penjelasan, kedua pengembalian uang bagi pelanggan, menyiapkan skema pembayaran dengan sistem cicilan,” tutupnya. (ogi/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *