Walah… Sekarang Potong Kurban via Online

by -

METROPOLITAN –Pekan depan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor bakal mengeluarkan surat edaran penyembelihan hewan kurban di tengah wabah Covid-19.

Kepala DKPP Kota Bogor, Anas Rasmana, menjelaskan, surat edaran tersebut akan mengatur teknis penyembelihan dan penjual, termasuk orang yang hendak berkurban. Setidaknya dalam surat edaran tersebut, pemberi hewan kurban diminta tidak datang ke tempat pemotongan dan nanti akan dihubungi panitia untuk menyaksikan pemotongan melalui daring.

“Penyumbang kurban disarankan tidak datang dan hanya menyaksikan secara online, lewat zoom atau video call. Nanti panitia yang menghubungi,” katanya di Balai Kota,  Bogor.

Tidak hanya prosesi pemotongan hewan kurban, pendistribusian daging kurban juga bakal dilakukan dengan diantar ke penerima. “Jadi, di tempat pemotongan tidak terjadi kerumunan orang dan hanya dilaksanakan panitia,”ujarnya.

Annas memastikan hewan kurban yang datang ke Kota Bogor dipastikan dalam kondisi sehat. Itu dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). “Hewan kurban itu harus punya SKKH. Jadi, kalau nggak punya ya nggak boleh dijual. Misalnya dari luar Bogor mau datang ke Bogor harus bawa SKKH,” jelasnya.

Disinggung soal pengawasan, pihaknya akan berkoordinasi dengan wilayah, mulai dari kelurahan, kecamatan hingga memberdayakan RW Siaga Penanganan Covid-19.

“Kita akan libatkan kelurahan, kecamatan dan RW Siaga Covid-19 untuk pengawasan di wilayah. Nanti untuk lebih rincinya, kita akan umumkan poin-poin dalam surat edarannya. Saat ini masih kita kaji dan kita matangkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan DKPP, Wina, menjelaskan, hewan kurban yang didatangkan dari luar Bogor akan diperiksa SKKH-nya di sejumlah check point. Pemeriksaan tersebut dilakukan di setiap perbatasan antarprovinsi. Sejauh ini akan ada 15 ribu hewan yang dikurbankan, baik sapi dan kambing.

Wina mengaku telah melakukan pembinaan kepada penjual atau peternak hewan kurban. Ia menyatakan, setiap peternakan bisa mengajukan permohonan untuk memperoleh SKKH. Ia mengaku akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada penjual korban dadakan. Langkah itu sebagai wujud pengawasan kepada penjual hewan kurban.

“Semua akan terus dimonitor. Kita terus awasi. Jangan sampai musim kurban ini jadi klaster baru di tengah pendemi Covid-19 ini,” tutupnya. (ogi/b/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *