News, Sport and Lifestyle

Bogor Selatan

Pemdes Cipelang Pelototi Pembangunan RTLH

Pemdes Cipelang Pelototi Pembangunan RTLH

Bogor Selatan
Cijeruk - Pemerintah Desa (Pemdes) Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor bersama Bhabinmas, Bhabinsa serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cipelang melakukan monitoring dan evaluasi ke beberapa warga penerima perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Hal ini dilakukan untuk memastikan dana RTLH yang telah disalurkan telah digunakan sesuai aturan. Kades Cipelang Hasan, terdapat 43 orang penerima RTLH tahap kedua yang telah disalurkan baru baru ini. Setelah menerima warga wajib untuk segera mempergunakan dana tersebut untuk segera dibangunkan ataupun memperbaiki rumah. "Monitoring ini untuk memastikan bahwa dana yang telah diterima warga telah digunakan untuk membangun rumah. Sehingga dalam pelaporannya nanti kami tidak mengalami kesulitan,” bebernya kepada Metropolitan. Apabila,
Pembangunan Pasar Cisarua Tunggu Bantuan Provinsi

Pembangunan Pasar Cisarua Tunggu Bantuan Provinsi

Bogor Selatan
Cisarua - Pasar Cisarua kondisinya saat ini sangat menyedihkan. Selain bangunannya sudah tua. Tak pelak kesan kumuh dan semrawut akan nampak saat kita memasuki pasar. Warga Puncak berharap, Cisarua sebagai pusatnya pariwisata mempunyai sebuah pasar yang representatif dengan ikon puncak sebagai daerah wisata yang sudah termasyur di pelosok negeri hingga Timur Tengah. Namun sepertinya masyarakat harus tetap bersabar. Sebab Pemkab Bogor dalam hal ini diwakili Unit Tohaga baru mengajukan bantuan dana ke Pemerintah Provinsi dan Pusat, guna membangun Pasar Cisarua. Dirut PD Tohaga Eko Romli mengatakan, ketidakmampuan anggaran Pemkab Bogor dalam mengcover biaya yang direncanakan senilai Rp33 Milyar membuat  pembangunan pasar ditangguhkan. "Biayanya cukup tinggi,anggaran Pemkab belum bisa mem
Korban Puting Beliung Dapatkan Bantuan

Korban Puting Beliung Dapatkan Bantuan

Bogor Selatan
p { margin-bottom: 0.1in; direction: ltr; line-height: 120%; text-align: left; }p.western { font-family: "Times New Roman",serif; font-size: 12pt; }p.cjk { font-family: "Open Sans"; font-size: 12pt; }p.ctl { font-family: "Times New Roman CE"; font-size: 12pt; } CARINGIN – Kendati tak ada hujan, tiga unit rumah warga di Kampung Bojong Koneng RT 5/2 Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, dihantam angin puting beliung, Senin (20/11) lalu.  Kejadian angin ribut ini menghantam rumah warga milik Ibu Icoh, Ibu Tati, dan Ibu Rina. Ketiga rumah warga ini mengalami kerusakan pada bagian atap. Menurut Ketua RT 5/2 Kampung Bojong Koneng, Udin Samsudin, peristiwa ini terjadi sekira pukul 15.00 Wib. “Tidak ada hujan. Tapi tiba-tiba saja datang angin kencang dan bata rumah ambr
Bencana Longsor Terus Teror Warga

Bencana Longsor Terus Teror Warga

Bogor Selatan
Megamendung – Sejak sepekan terakhir ini kawasan selatan Kabupaten Bogor khususnya wilayah Kecamatan Ciawi dan Megamendung mulai diterjang longsor. Dari informasi yang dihimpun, di Kecamatan Ciawi terdapat satu titik longsor tepatnya di Jalan Veteran II Desa Telukpinang dan di Kecamatan Megamendung dua titik yakni di Desa Cipayung Girang dan 3 titik di wilayah Desa Kuta. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, namun longsor tebing setinggi 4 meter di Desa Cipayung Girang RT 4/4 menyebabkan rumah milik Siti Saodah (65) terkena reruntuhan benteng tembok makam yang ambruk. Begitu pula di Kampung Bengkok RT 7/1 Desa Cipayung Girang, tebing setinggi 4 meter mengalami longsor. Akibatnya, satu rumah milik warga bernama Beni Purkoni (57) rusak berat. Sementara di Desa Kuta, Kecamatan Megamendu
Kenalkan, Salak Maco Oleh-oleh Khas Puncak

Kenalkan, Salak Maco Oleh-oleh Khas Puncak

Bogor Selatan
MEGAMENDUNG – Talas ternyata bukan satu-satunya hasil bumi khas Bogor yang banyak dijajakan di Puncak Bogor. Di kawasan Puncak ternyata terdapat buah yang dijajakan asli hasil bumi dari kawasan tersebut. Buah tersebut adalah sejenis salak yang bernama Salak Maco atau Salak Madu Coblong. Salak tersebut diajajakan di jalan alternatif Puncak, Jalan Raya Cikopo Selatan, Desa Sukakarya, dekat Polsek Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Pedagang salak tersebut, Abdul Salam (50), mengatakan bahwa nama 'Coblong' di ambil dari nama kampung tempat menanam salak di desa tersebut. "Ini namanya Salak Maco, maksudnya Madu Coblong, namanya Coblong karena ditanamnya di Kampung Coblong di Desa Sukakarya sini," ujar Abdul. Dia juga mengatakan bahwa kelebihan dari Salak Maco tersebut ada
Satu Sisi Jembatan Cisalopa Selesai

Satu Sisi Jembatan Cisalopa Selesai

Bogor Selatan
Cigombong - Pengerjaan Jembatan Cisalopa di Jalan Raya Bogor Sukabumi Bogor, Cigombong dikebut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,saat ini sisi kanan jembatan jalur Bogor menuju Sukabumi sudah diselesaikan. "Tahap l pekerjaan (sisi kanan arah Sukabumi menuju Bogor) dapat dilewati sejak tanggal 8 november 2017," ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Metropolitan III Jakarta Kementerian PUPR Yuanita Kiki. Dia menjelaskan, proses pembangunan tengah dalam pengerjaan tahap II yakni jalur dari arah Bogor menuju Sukabumi. Sedangkan, kata dia, bailey ke II yang masih terpasang saat ini akan dibongkad pada akhir Desember 2017.Untuk pengadaan dan pemasangan bailey ke ll ini, lanjut Kiki, dilakukan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Kementerian PUPR. Sementara untuk pembebasan ...
Ditolak, Kawin Kontrak Tetap Marak

Ditolak, Kawin Kontrak Tetap Marak

Bogor Selatan
CISARUA – Wisata di kawasan Puncak terus menggeliat. Bahkan, pertumbuhannya terbilang fantastis. Pelancongnya pun mulai domestik sampai mancanegara. Eksotisme Puncak memang menjadi daya tarik tersen­diri, sehingga tak sedikit wisatawan yang betah dan membangun tempat peristiraha­tan di sana. Dari tahun ke tahun vila sudah memadati kawasan Puncak. Tak hanya bagi warga Indonesia, konon warga asing juga banyak yang membuat vila di sana. Namun tentunya ada konse­kuensi dari setiap perkembangan. Puncak juga menjadi daerah yang cukup dikenal dengan fenomena kawin kontrak. Seper­ti yang pernah terjadi beberapa tahun ke belakang dan ramai diberitakan media pernikahan Alam Alsarsour dengan Ma­ryam. Melihat kondisi tersebut, KUA Cisarua pun aktif menyosialisasikan hal tersebut. Kementerian Agama
SMPN 2 Cisarua Terlihat Kusam dan Berantakan

SMPN 2 Cisarua Terlihat Kusam dan Berantakan

Bogor Selatan
CISARUA – Meski keberadaan SMPN 2 Cisarua, Kecamatan Cisarua, sudah dua tahun ini mendapat kucuran dana bantuan pembangunan ruang kelas baru yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor hingga mencapai miliaran. Namun sayangnya, kondisi bangunan di sekolah yang baru meluluskan dua angkatan itu terlihat buruk dan tidak rapi bahkan terlihat berantakan. Pantauan di lokasi SMPN 2 Cisarua, ruang belajar maupun ruang guru jauh dari kesan nyaman. Dinding sekolah belum terpoles cat secara sempurna, hanya dasar sebagai pelapis. Demikian juga dengan pembangunan fasilitas sanitasi, tak jauh berbeda. Sementara langit ruang pun belepotan. Begitupun instalasi listriknya acak-acakan dan ber­potensi kebakaran. Wakil Kepala SMPN 2 Cisarua Bidang Sarpras Iwan mengaku prihatin dengan kondisi bangunan gedung
Warga Kampung Cipicung Kompak Bangun Jalan

Warga Kampung Cipicung Kompak Bangun Jalan

Bogor Selatan
CIJERUK- Warga Kampung Cipicung RT02/04 kompak bangun jalan sepan­jang 300 meter dengan lebar 2 meter. Warga bersemangat bergotong royong di sebabkan akses jalan yang tadinya hanya 1 meter kini menjadi 2 meter sehingga mobilitas warga menjadi mu­dah. Tokoh masyarakat Kampung Cipicung H.Wawi mengatakan, warga merasa senang dengan dibangunya jalan lingkungan yang kini di perlebar. Maka warga bahu membahu bergotong royong. ”Kalau dengan bergotong royong ker­jaan berat jadi ringan dan cepat selesai, apa lagi ini jalan harapan mereka yang terlaksana tahun ini, sehingga tanpa di suruh mereka ikut kerja bakti,” ujarnya. Dia menambahkan dengan lebarnya jalan ini akan mempermudah warga untuk kegiatan sehari-hari terutama untuk anak sekolah. Warga yang akan ikut pengajian dan membawa barang keb
Anggota Komisi XI DPR RI Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR

Anggota Komisi XI DPR RI Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR

Bogor Selatan
CIGOMBONG - Empat pilar kebangsaan terus disosialisasikan anggota Komisi XI DPR RI Tb Soemandjaja. Kegiatan yang berlangsung di aula Masjid Al-Ajim, Desa Cigombong, Kabupaten Bogor itu dihadiri kanit Pol PP Kecamatan Cigom­bong, ketua MUI Cigombong dan se­jumlah tokoh masyarakat. Menurut dia, tujuan sosialisasi ini untuk memperkuat ideologi kebangsaan, teru­tama pancasila dan UUD 1945, dengan dialog untuk mengingat kembali masy­arakat mengenai pilar kebangsaan, kem­bali ke negara hukum yang berlandaskan pancasila dan UUD dengan kebhinekaan­nya. Dengan dicabutnya tap MPR RI, pan­casila sempat hilang gaungnya, maka anggota MPR RI meminta kembali ke Kementerian Pendidikan dan Kebudaya­an untuk memasukkan kembali panca­sila dalam kurikulum pendididkan. ”Sosialisasi ini adalah akselerasi ka
Pakan Pabrikan Kurang Diminati Peternak

Pakan Pabrikan Kurang Diminati Peternak

Bogor Selatan
CARINGIN - Dunia peternakan be­berapa tahun kebelakang digegerkan dengan melonjaknya harga pakan,hal itu berakibat pula pada kenaikan har ga komuditas peternakan dan perika­nan. Salah satu penyebabnya adalah, kurangnya informasi yang diterima para pembudidaya tentang pakan al­ternatif yang bisa dibuat sendiri diru­mah. Pola pikir mereka sudah dice­koki bahwa membuat pakan untuk ternak adalah hal yang mustahil. Melihat fenomena tersebut, Dinas Pe­rikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Bogor memeras fikiran agar budidaya dapat terus berlangsung tan­pa harus mengandalkan pakan pabrikan. ”Kalau semuanya tergantung pada pabrik,jelas para pembudidaya tidak akan berkembang,jadi kami berinisiatif untuk membuat terobosan membuat pakan alternatif,” ungkap Kabid Budidaya Disnakan Deden Sukma