News, Sport and Lifestyle

Dari Pelosok

Berbagi Kelas, Kalau Siang Jadi Panas

Berbagi Kelas, Kalau Siang Jadi Panas

Dari Pelosok
TAK hanya gedung Kelas Jauh SDN Rabak 1, Desa Rabak, Kecamatan Rumpin yang kondisinya memprihatinkan, SMP Islam Terpadu (IT) AR-Rasyid pun men­galami hal serupa. Kurangnya ruang kelas membuat para siswa harus berbagi kelas dengan disekat triplek. Tak hanya itu, sekolah yang ber­diri sejak 2015 di Kampung Palias, RT 09/02, Desa Rabak itu tak memiliki atap, sehingga panas jika siang. Siswa kelas dua, Ari (10) mengatakan, ruang kelas yang dipenggal triplek mem­buat susana belajar tak nyaman. Selama ini teman-teman satu kelas mengharap­kan dibangun satu ruang lagi, sehingga belajar menjadi nyaman. ”Kalau satu kelas disatukan belajar jadi terganggu. Harusnya dibangunkan kelas baru,” pin­tanya. Sementara itu, Kepala SMP IT AR-Ra­syid Badrul Munir mengatakan, sejak pertama kali dibanggun, kond
Sebulan Sekali Warga Rabak Gelar Kerja Bakti

Sebulan Sekali Warga Rabak Gelar Kerja Bakti

Dari Pelosok
METROPOLITAN - Budaya gotong-royong yang hampir punah di era modern ini ternyata masih dilakukan warga Desa Rabak, Kecamatan Rumpin. Setiap sebulan sekali, warga bersama pemerintah desa (pemdes) menggelar bersih-bersih jalan lingkungan dan saluran air serta irigasi persawahan. Sekretaris Desa Rabak Wawan Nur­wandi mengaku, kerja bakti merupakan budaya yang sudah lama tertanam di Desa Rabak. Program kerja bakti dilaks­anakan dengan membabat rumput liar yang tumbuh di tepi jalan dan pember­sihan drainase yang tersumbat akibat sampah. Selain itu juga membersihkan irigasi persawahan warga. “Kami harap kerja bakti bisa menumbuhkan kebersamaan dan kekompakan masyarakat,” ujar Wa­wan. Ia menjelaskan, gotong-royong atau kerja bakti yang dilakukan selama ini diharapkan bisa membawa kebaikan bagi
Dirikan SMP Guna Cerdaskan Anak Bangsa

Dirikan SMP Guna Cerdaskan Anak Bangsa

Dari Pelosok
METROPOLI­TAN - Peduli akan masa depan ge­nerasi penerus bangsa karena jauhnya akses sekolah, meng­inspirasi Abdul Qodir mendirikan SMP Islam Ter­padu (IT) AR-Rasyid di Kampung Palias, Desa Rabak, Kecamatan Rumpin. Qodir, sapaan akrabnya, mengaku sangat prihatin melihat dunia pendi­dikan di Kecamatan Rumpin. Sebab selain Infrastruktur yang murat-marit, akses menuju sekolah pun cukup jauh. “Tidak sedikit anak yang bersekolah hanya sampai SD,” kata Qodir. Apalagi di Desa Rabak belum ada SMP, sambung dia, akhirnya bersama teman satu kampung sepakat mem­buka SMP IT AR-Rasyid. “Untuk mo­dal awal mendirikan sekolah dengan menjual domba,” ujarnya. Akhirnya pada 2015, lanjutnya, izin mendirikan sekolah SMP keluar dengan jumlah siswa 63. Dengan guru peng­ajar secara sukarela tanpa digaji, di­har
Warga Rabak Setiap Malam Digilir Ronda

Warga Rabak Setiap Malam Digilir Ronda

Dari Pelosok
METROPOLITAN – Setiap malam, warga bersama anggota Pelindung Masyarakat (Linmas) Desa Rabak, Ke­camatan Rumpin, aktif menjaga kea­manan lingkungan dengan menggi­atkan ronda. Satuan Petugas (Satgas) Linmas Rabak Husen mengatakan, untuk keamanan malam, pihaknya menggilir setiap ke­pala rumah tangga berpartisipasi ronda. Tak heran, poskamling tak pernah sepi dari warga yang berjaga malam. “Setiap malam, warga digilir ronda sehingga pos ronda tidak pernah sepi,” ujar Husen kepada Metropolitan. Berkat ronda, sambung dia, keamanan lingkungan tetap terkendali dan aman. “Bukan hanya warga saja menggiatkan ronda, setiap malam, anggota linmas pun rutin patroli ke setiap pos ronda dan titik rawan kejahatan,” bebernya. “Hal ini kami lakukan agar tercipta lingkungan aman dan kondusif,” tuturnya. (ad
Jembatan Cilutung Minta Tumbal

Jembatan Cilutung Minta Tumbal

Dari Pelosok
DENYUT jantung berdegup kencang saat melintasi Jembatan Cilutung di Kampung Cisarua, RT03/02, Desa Banyuasih, Keca­matan Cigudeg. Betapa tidak, kondisinya rawan roboh, malahan bambu anyaman yang dijadikan alas jembatan sudah ba­nyak yang keropos. Padahal jembatan sepanjang 18 meter itu menjadi akses utama yang menghubungkan dua kampung. Warga sekitar Esih (26) mengaku, je­mbatan itu sudah tak bisa dilewati ken­daraan bermotor karena bambunya sudah banyak yang rusak dimakan usia. Dikha­watirkan jembatan ini roboh, motor di­larang melintas jadi khusus orang saja. “Dari pertama dibangun sampai saat ini sudah sepuluh kali roboh terseret deras­nya Kali Cimanciri,” ujar Esih kepada Met­ropolitan, kemarin. Ia menjelaskan, walau­pun kondisinya sudah memprihatinkan dan rawan roboh, jembatan ini t
Warga Bahu-membahu Lakukan Betonisasi Jalan

Warga Bahu-membahu Lakukan Betonisasi Jalan

Dari Pelosok
METROPOLITAN - Budaya gotong-royong menjadi ciri khas warga Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg. Ter­bukti, gotong-royong ini juga dilaku­kan warga untuk mengerjakan beto­nisasi jalan penghubung dua kampung yang berada di Kampung Cijambe, RW 01 dengan Kampung Cisarua sepanjang dua kilometer. Sekretaris Desa Dede firdaus Ardian mengatakan, dengan cairnya Dana Desa (DD), pemerintah desa mem­prioritaskan pembangunan betoni­sasi jalan desa. “Peningkatan jalan sangat dinanti warga, apalagi jalan desa di Kampung Cijambe merupakan akses penghubung sarana vital, tentunya warga sangat antusias dengan rampungnya pembangunan jalan,” imbuh Dede. Ia menjelaskan, saat pembangunan jalan warga sangat antusias dan pe­duli terhadap kemajuan wilayah. “Dibangun jalan desa tentunya bisa meningkatkan perekono
Genjot Program Infrastruktur Desa

Genjot Program Infrastruktur Desa

Dari Pelosok
METROPOLI­TAN - Pembangu­nan infrastrukur jadi prioritas ke­pala desa. Tak terkecuali Kepala Desa Banyuasih, Kecamatan Cigu­deg, Mudis Su­nardi. Demi me­ningkatkan per­ekonomian di desa tersebut, kades terus berupaya agar pembangunan jalan lingkungan dan jalan desa mulus. Selama dua periode menjabat kades, pemerataan hasil pembangunan dan pertumbuhan ekonomi merupakan tujuan yang ingin dicapai. “Guna kelancaran pembangunan tentunya butuh dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat desa,” kata Mudis kepada Metropolitan, kemarin. Sehingga, sambungnya, peran ser­ta masyarakat dalam mengawasi pembangunan sangat dibutuhkan. “Tahun ini kita fokuskan ke pembangu­nan jalan desa di Kampung Cijambe, RW 01 dengan Kampung Cisarua sepanjang dua kilometer,” ujarnya. (ads/c/yok/dit)
Ronda Sambil Ngeliwet

Ronda Sambil Ngeliwet

Dari Pelosok
METROPOLITAN – Menciptakan lingkungan yang aman dan tentram merupakan tugas anggota Pelindung Masyarakat (Linmas) Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg. Terbukti, setiap malam anggota lin­mas bersama warga menggelar pa­troli. Bahkan, saat menggelar ronda warga menyelinginya sambil ngeliwet bareng di pos ronda. Ketua Linmas Desa Banyuasih Mudis mengaku tidak hanya kompak gotong royong, setiap malam anggota linmas dan warga kumpul di pos ronda. Ang­gota linmas Desa Banyuasih ada 20 orang, setiap malamnya mereka wajib patroli keliling kampung guna meminimalisasi terjadinya gangguan kamtibmas. “Walaupun lingkungan sudah aman dan tentram, ronda harus terus ditingkatkan,”ujar Mudis kepada Metropo­litan, kemarin. Menurutnya, saat ronda biasanya me­reka ngeliwet. Kegiatan ini merupakan kebiasaan y
Sejak 1982, Jembatan Katalarang Masih Kayu

Sejak 1982, Jembatan Katalarang Masih Kayu

Dari Pelosok
NGERI ROBOH: Walaupun kondisinya mengkhawatirkan , Jembatan Kokoncing Hideung tetap menjadi tumpuan warga Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin. SAAT melintasi Jembatan Kantalarang yang berada di Kampung Kantalarang 1, RT 02/05, Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor denyut jantung terasa akan berhenti. Betapa tidak, jem­batan sepanjang 70 meter yang meng­hubungkan Desa Leuwibatu dengan Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang, kondisinya sangat memprihatinkan. Selain bergoyang saat dilintasi, kayu yang menjadi alas pada jembatan sudah banyak yang keropos. Ancaman roboh sewaktu-waktu menghantui warga. Jika jembatan itu ambruk, dipastikan tiga kampung terisolasi. Warga sekitar Kardi mengaku, Jembatan Kantalarang merupakan denyut nadi war­ga Kampung Kantalarang. Jembatan yang berada di a
Jalan Penghubung Dua Desa Diaspal

Jalan Penghubung Dua Desa Diaspal

Dari Pelosok
METROPOLITAN – Budaya gotong-royong menjadi ciri khas warga Desa Leuwibatu. Saat pengas­palan jalan di Kampung Kaungluwuk RW 04, pulu­han warga berjibaku menun­taskan pembangunan jalan penghubung dua desa sepanjang 1,5 kilometer. Sekretaris Desa Leuwi­batu Daeng mengaku, se­tiap adanya pembangunan di wilayah pemerintah desa (pemdes) selalu me­libatkan warga. “Kalau jalan desa mulus, mobilisasi warga untuk membawa hasil panen ataupun lainnya bisa terbantu,” ujar Daeng kepada Metropolitan. Menurutnya, hampir 80 persen warga Desa Leuwibatu berprofesi sebagai petani sehingga akses jalan yang mulus merupakan harapan warga. “Di tahun ini pemerintah desa juga mengerjakan pembangunan jembatan penghubung dua kampung dan jalan lingkungan (jaling) di Kampung Cilambur yang menjadi akses penghubung
Jalan Desa Dan Jembatan Jadi Prioritas

Jalan Desa Dan Jembatan Jadi Prioritas

Dari Pelosok
METROPOLI­TAN - Dengan adanya Anggaran Dana Desa (ADD) yang diterima desa, Pemerintah Desa (Pemdes) Leuwibatu, Keca­matan Rumpin memfokuskan ke infrastruktur desa. Kepala Desa Leuwibatu Muhamad Sidik mengatakan, untuk menyejah­terakan warga dapat dimulai dari pembenahan infrastruktur jalan desa dan meningkatkan potensi desa di bidang pertanian, sehingga tercipta kesejahteraan masyarakat. “Kalau jalan desanya mulus dan akses penghubung dibangun, tentunya pe­rekonomian warga meningkat,” katanya. Sidik menerangkan, setiap adanya pembangunan di wilayah tentunya diperlukan suatu perencanaan. Hal ini dilakukan agar apa yang dibangun bisa tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat. “Sehingga kemajuan wi­layah perlu dukungan semua pihak dari aparatur desa dan masyarakat,” pungkasnya. (ads/b/yok