News, Sport and Lifestyle

Metro Depok

WALIKOTA DEPOK BAKAL BANGUN SEPULUH JPO

WALIKOTA DEPOK BAKAL BANGUN SEPULUH JPO

Jabar Plus, Metro Depok
METROPOLITAN – Walikota Depok Idris Abdul Somad mengatakan, pihaknya berencana membangun sepuluh Jemba­tan Penyeberangan Orang (JPO) di se­panjang Jalan Raya Margonda. Ditarget­kan pembangunan selesai dalam waktu lima tahun ke depan. “Mudah-mudahan bisa terealisasi selama lima tahun. Tapi, kami belum tahu prediksi ekonomi na­sional, kami juga ditantang Pak Gubernur untuk bangun sepuluh JPO,” kata Idris. Tahun ini, lanjut dia, seharusnya ada dua JPO yang dibangun, yakni depan Univer­sitas Gunadarma dan depan DMall. Tapi sayangnya masih terganjal masalah lahan. “Saat ini masih dalam proses finishing lelang konstruksi, kalau konsultan sudah selesai,” imbuhnya. Pihaknya pun mengang­garkan Rp3 hingga Rp5 miliar untuk membangun JPO. (okz/er/py)
JEMBATAN BALONGSARI BELUM BISA DILEWATI

JEMBATAN BALONGSARI BELUM BISA DILEWATI

Jabar Plus, Metro Depok
METROPOLITAN – Warga perbatasan Kelurahan Pitara, Pancoran Mas dan KelurahanRatujaya, Cipayung, kecewa lantaran perbaikan Jembatan Balongs­ari yang terputus hingga kini belum juga bisa dilewati. Salah seorang, Agus, mengaku sudah berulang kali menyampaikan melalui Mus­renbang tapi tak ditanggapi. Warga ber­harap Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Depok segera men­indaklanjuti. Sementara itu, Walikota Depok Muham­mad Idris meminta DMBSDA segera mem­perbaiki putusnya Jembatan Balongsari. “Kalau tak salah sudah dicek, perbaikannya harus total, karena bagian penyangga besi jembatan sudah keropos dan harus direhab,” ujarnya.(pk/er/py)
PEMKOT DEPOK BANGUN JPO DI PONDOKCINA

PEMKOT DEPOK BANGUN JPO DI PONDOKCINA

Jabar Plus, Metro Depok
METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok segera membangun Je­mbatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Jalan Margonda, Pondokcina. Rencana tersebut diungkapkan setelah ada korban tewas seorang mahasiswi Fakultas Farmasi UI Fefi Selvia (18) yang tertabrak motor saat menyeberang. Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Gandara Budiana mengaku sudah ada rencana pembangunan JPO di kawasan Pondok Cina. JPO persisnya di pintu masuk Gunadharma dan stasiun Pondok Cina. “Dua titik itu juga selalu menjadi simpul penyebab kemacetan,” ujarnya. (pk/er/py)
Berada di Tengah Warga, BTS di Kota Depok Akan Tetap Dibongkar!

Berada di Tengah Warga, BTS di Kota Depok Akan Tetap Dibongkar!

Berita Hari Ini, Metro Depok
Metropolitan - DEPOK – Sikap tegas warga RT01/01 Kelurahan Pasir Gunung Selatan (PGS), Cimanggis, agar base transceiver station (BTS) yang berdiri di Jalan Swadaya tetap dibongkar, disampaikan di depan pengelola BTS. “Warga tetap komitmen, bahwa BTS harus dibongkar dan disetujui pengelola BTS. Itu hasil rapat,” kata Wagiran, Ketua RT01/01, usai pertemuan dengan pengelola BTS, Sabtu (3/9/2016). Keinginan warga sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat. Sebab, kata Wagiran, warga tidak membicarakan masalah kompensasi, tetapi lebih kepada keselamatan jiwa. “Sikap warga meminta agar tetap dibongkar. Ini sudah pertemuan ke 12 kali. Itu pun kami kirim ke kelurahan, kecamatan, pengelola BTS dan walikota. Hasil dari pertemuan walikota seminggu lalu bahwa walikota mengatakan silahkan dikembalik
EMPAT KECAMATAN DI DEPOK RAWAN PEREDARAN NARKOBA

EMPAT KECAMATAN DI DEPOK RAWAN PEREDARAN NARKOBA

Metro Depok
METROPOLITAN – Polres Kota Depok memetakan empat kecamatan yang di­anggap rawan narkoba. Empat kecama­tan itu yakni Beji, Pancoranmas, Sukajaya dan Cimanggis. Wakil Kepala Polres Kota Depok AKBP Chandra Kumara mengatakan, ditetap­kannya empat kecamatan itu setelah pihaknya menangkap 47 kurir, pengedar hingga bandar dalam waktu sebulan. “Peredaran narkoba di empat kecamatan ini tinggi, kami sudah memerintahkan empat polsek bersiaga penuh di tempat ini,” ujarnya. Menurut Chandra, ada beberapa jenis narkoba yang beredar cukup tinggi di wilayah tersebut, di antaranya ganja, sabu dan ekstasi. “Bahkan transaksi nar­koba datang dari usia remaja hingga dewasa yakni 16 tahun sampai 45 tahun,” imbuhnya. (ind/er/py)
AWAS! PARKIR SEMBARANGAN, MOBIL DIGEMBOK

AWAS! PARKIR SEMBARANGAN, MOBIL DIGEMBOK

Berita Hari Ini, Metro Depok
METROPOLITAN – Puluhan mobil di­gembok petugas Dinas Perhubungan Kota Depok lantaran parkir sembarang­an. Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Depok Sariyo Sabani mengatakan, kendaraan tersebut melanggar Perwa Nomor 22 Tahun 2009. Di sepanjang jalan itu sudah terpasang rambu dilarang parkir sembarangan, tapi kendaraan masih banyak yang par­kir. ”Ada peringatan tanda pengembokan, namun tak diperhatikan mereka,” kata Sariyo, kemarin. Sejumlah bahu jalan kata Priyo kerap dijadikan tempat parkir liar di antaranya Jalan Margonda menga­rah ke Kober. (sin/er/py)
PEGAWAI SWASTA NYAMBI JADI PENGEDAR SABU

PEGAWAI SWASTA NYAMBI JADI PENGEDAR SABU

Metro Depok
METROPOLITAN – Petugas Satuan Reserse dan Narkoba Polres Kota De­pok menggerebek rumah yang dija­dikan tempat transaksi narkoba di Perumahan Pondok Sukmajaya, Aba­dijaya, Sukmajaya, Kota Depok, ke­marin. Petugas mengamankan pe­kerja yang menjadi pengedar dengan sebungkus plastik sabu seberat 10 gram bernilai puluhan juta. Kasat Narkoba Polresta Depok Kompol Putu Kholis mengatakan, pelaku berini­sial MO als N (29) merupakan pekerja lepas di salah satu perusahaan swasta. “Pelaku mengedarkan sabu sudah ham­pir 5 bulan. Program dijual pelaku sekitar Rp1 juta,” kata Putu. Barang bukti sabu itu disita petugas di kantong saku sebe­lah kiri jaket yang dipakai pelaku. “Kami masih mengembangkan kasus ini,” tan­dasnya. (pk/er/py)
ISTRI MINTA CERAI, SUAMI NEKAT BUNUH DIRI DI MAL

ISTRI MINTA CERAI, SUAMI NEKAT BUNUH DIRI DI MAL

Metro Depok
METROPOLITAN – Seorang Warga Negara Asing (WNA) Tan Hok Tjon tewas bunuh diri dengan terjun dari lantai 3 di ITC Depok, kemarin. Kapolsek Pancoran Mas Kompol Tata Irawan mengatakan, Tan Hok Tjoen sempat terlibat perteng­karan dengan sang istri, Ratna Muflihah. ”Istri korban minta cerai,” kata Tata. Po­lisi terus mendalami informasi dari istri korban untuk memastikan lagi penyebab bunuh diri. Jasad pria itu pun dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk diotopsi. Aksi nekat yang dilakukan korban mengejut­kan pengunjung mal. Ia menjatuhkan dirinya tepat di tengah-tengah pusat perbelanjaan dari lantai tiga yang memi­liki ketinggian sekitar 100 meter. (viv/dtk/er/py)
Kemahalan, Dinas Damkar Gagal Beli Mobil Tangga

Kemahalan, Dinas Damkar Gagal Beli Mobil Tangga

Metro Depok
METROPOLITAN - Karena harga yang ditawarkan di e-katalog Lembaga Ke­bijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerin­tah terlalu tinggi, rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Depok membeli satu mobil tangga pemadam kebakaran 54 meter tahun 2016 ini terpaksa dibatal­kan. Anggaran pembelian mobil tangga damkar sebesar Rp25 miliar dipastikan tak terserap dan akan dianggarkan kem­bali tahun 2017 mendatang. Kepala Dinas Damkar Kota Depok Yayan Arianto menjelaskan, harga mo­bil tangga damkar yang ada di e-katalog adalah Rp28 miliar. Sementara dana yang dianggarkan untuk pembelian mobil tersebut dari APBD Depok 2016 Rp25 miliar. "Jadi anggaran untuk pem­belian mobil tangga damkar tidak bisa dibelanjakan tahun ini. Karena mobil tangga damkar senilai Rp25 miliar tidak ada di e-katalog dan yang ada harganya Rp28 m
Polresta Depok Bentuk Satgas Srikandi

Polresta Depok Bentuk Satgas Srikandi

Metro Depok
METROPOLITAN - Kapolresta Depok Kombes Harry Kurniawan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Kejahatan Anak dan Wanita (Sri­kandi) di bawah naungan Satreskrim, sebagai bentuk upaya menekan tingginya kasus kejahatan terjadi terhadap anak dan wanita di Kota Depok. “Berawal dari tingginya kasus kekerasan terhadap anak dan wanita, maka untuk menekan kejahatan tersebut kita membentuk Srikandi,” ujarnya ke­pada wartawan, kemarin. Menurut Kapolres, Srikandi beranggotakan sem­bilan polisi wanita cantik dengan Katimnya AKP Elly selaku Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok. “Berbekal pengeta­huan dan wawasan menjadi Kanit PPA, AKP Elly dipercaya menjadi Katim Srikandi dengan menga­tur sembilan anak buahnya untuk meminimalisir kejahatan anak dan wanita dengan upaya preven­tif dan

Ada Pungli di PPDB, Pemkot Kecolongan

Metro Depok
METROPOLITAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok belum menerima adu­an dari orang tua siswa perihal uang pun­gutan untuk masuk ke sekolah negeri. Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna mengatakan, hingga kini pihaknya belum menerima adanya aduan dari orang tua siswa yang mengeluhkan permintaan uang untuk anak mereka agar diterima di sekolah negeri. "Jika ada, laporkan kepada kami. Kami siap perkarakan. Nanti akan kami tindak lanjuti dan tentunya akan kami bawa ke ranah hukum jika ada yang berlaku de­mikian," ujar Pradi kepada wartawan, kemarin. Lebih lanjut Pradi mengungkapkan, dirinya dan Walikota Depok Mohammad Idris tetap tegas dan konsisten menjalan­kan pakta integritas dalam proses Pene­rimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Ada­nya pakta integritas merupakan kepas­tian agar PPDB berjalan juj