News, Sport and Lifestyle

pengusaha

5 Langkah untuk Kembangkan Koperasi dan UMKM

pengusaha
BOGOR - Ada lima langkah yang perlu disiapkan untuk memajukan bi­dang koperasi dan UMKM. Demikian ungkap Walikota Bogor Bima Arya da­lam kunjungan ke Dinas Koperasi dan UMKM, Jumat (24/6). "Pertama, membangun sentra kuli­ner. Untuk modelnya shortcut yang fokus ke etalase display di hilir agar mampu mendorong yang lain," ujar­nya. Terkait hal ini, Bima mendukung konsep food truck yang ditawarkan Kepala Diskop & UMKM. "Untuk ken­daraannya silakan ditentukan sen­diri,” lanjutnya. Langkah berikut yaitu penanganan PKL. Bima mengatakan, dirinya akan memanfaatkan momentum Lebaran untuk penegasan dan penerapan zero toleran fokusnya di kawasan MA Salmun, Pasar Anyar dan Otista. "Sat­pol PP juga akan kita instruksikan untuk lebih tegas. Banyak diskusi dan langkah kompromis sering kali tidak me
Hasil Penjualan Lele Masuk Uang Kas

Hasil Penjualan Lele Masuk Uang Kas

pengusaha
METROPOLITAN.ID - Ketua Karang Taruna Persada Kelurahan Cibadak M Turmuji menuturkan, budidaya lele menjadi jalan para pemuda untuk mendulang uang kas anggota. Hasil dari penjualan ikan digunakan untuk biaya kegiatan dan aksi sosial. “Hasilnya sudah lumayan, untuk tambahan biaya acara karang taruna,” katanya kepada Metropolitan, kemarin. Sejauh ini, budidaya lele yang dilakukan para anggota Karang Taruna Persada sudah dua kali panen. Jumlah itu terbilang sedikit, sebab lele yang dipelihara mulai dari benih hingga panen siap konsumsi. “Memang ini khusus untuk konsumsi, jadi waktu pembesarannya cukup memakan waktu,” terangnya. Hasil dari panen, lanjut dia, biasanya langsung dibeli pemborong yang datang langsung ke lokasi kolam. Sehingga pihaknya tidak kesusahan mencari pembeli ikan. “Ikan
Ubah Bungkus Kopi Jadi Dompet

Ubah Bungkus Kopi Jadi Dompet

pengusaha
METROPOLITAN.ID - Ibu dua anak ini memanfaatkan bungkus kopi tetangga untuk membuat kerajinan. Biasanya, sebulan sekali ia mendatangi rumah warga yang sudah mengumpulkan limbah plastik tersebut. “Saya sudah minta ke tetangga agar tidak membuang bungkus kopinya,” ujarnya kepada Metropolitan, kemarin. Kemahirannya dalam membuat sebuah karya ini dimulai sejak tahun 2014. Saat itu ia mengikuti pelatihan pemanfaatan limbah di wilayah Cigombong, Kabupaten Bogor. Kemudian, ia mencoba menerapkan ilmu yang didapat untuk membuat sebuah kerajinan tangan. “Pernah ikut latihan terus langsung saya praktik sendiri,” katanya. Kerajinan hasil tangan terampilnya itu biasanya dijual mulai dari Rp5 ribu hingga Rp60 ribu. Proses pembuatannya, untuk produk yang rumit memakan waktu hingga satu minggu. “Itu
Seminggu Produksi  hingga 240 Pasang

Seminggu Produksi hingga 240 Pasang

pengusaha
METROPOLITAN.ID - Kecamatan Cijeruk terkenal dengan sentra produksi sandal. Sebagian warganya menggeluti usaha pembuatan sandal sejak puluhan tahun lalu. Seperti Muhammad Dahlan (40) warga Kampung Cihideung, RT 04/02, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Uniknya, ia tak memproduksi model yang ramai di pasaran, namun ia membuat sesuai pesanan. Pria yang akrab dipanggil Dahlan ini mengaku, model yang ia produksi sesuai dengan permintaan pemilik toko. Biasanya, pesanan datang setiap seminggu sekali. Dibantu 20 karyawan, seminggu ia bisa menyelesaikan pesanan hingga 240 pasang sandal. “Kami mengirim seminggu sekali ke toko-toko yang sudah menjadi pelanggan kami,” ujarnya kepada Metropolitan, kemarin. Ia pernah beberapa kali membuat model sendiri namun harus ditawarkan lebih
Ubah Kaos Kaki Tipis Jadi Hiasan Bunga

Ubah Kaos Kaki Tipis Jadi Hiasan Bunga

pengusaha
METROPOLITAN.ID - Ketua Posdaya Duta Kencana 1 Sumirah mengatakan, ada dua jenis pembuatan bunga stocking, yakni bunga meja dan bonsai. Proses pembuatannya pun mudah, sehingga tak memakan banyak waktu. “Cukup kain stocking, besi kawat, lem dan alat lain untuk merapikan,” katanya kepada Metropolitan, kemarin. Sebenarnya, ia menekuni kerajinan ini sejak 15 tahun lalu, berkat kecintaannya terhadap kerajinan tangan. Kini, ia bisa menularkan ilmu yang ia miliki kepada para anggota posdaya. “Saya memang senang dengan keterampilan, jadi ini lumayan untuk sampingan,” kata wanita yang akrab dipanggil Mira itu. Soal pemasaran, ia tak terlalu memaksakan omzet penjualan. Ia cukup menerima pesanan ataupun mengikuti pameran-pameran produk unggulan. “Kalau produksi tergantung pesanan, tapi lebih se
Awalnya Hobi, Manfaatkan Majalah Bekas

Awalnya Hobi, Manfaatkan Majalah Bekas

pengusaha
METROPOLITAN.ID | Siapa sangka ide bisnis bisa datang dari hobi sederhana. Ya, Eugenia Selvia, seorang wanita muda itu kini sukses menjalankan bisnis yang diberi nama Buku Unik. Meski idenya sederhana, Selvia kini merasakan hasil memuaskan. Selvia menceritaka, mulanya ia membuat sampul buku catatan yang biasa digunakannya selama kuliah. Kreasi buku catatan dengan sampul unik ini memikat teman-teman kuliahnya. Tak sekadar minta dibuatkan gratisan, tak jarang bahkan ada yang sengaja memesan dan rela membayar sejumlah rupiah agar dibuatkan buku catatan dengan sampul yang unik. Menariknya, bahan baku membuat buku catatan dengan sampul unik ini bukan barang mahal yang sulit didapat. Selvia memanfaatkan majalah-majalah bekas yang sering hanya menumpuk begitu saja setelah tidak dibaca.
Sehari Produksi Lima Angklung, Diekspor hingga Singapura

Sehari Produksi Lima Angklung, Diekspor hingga Singapura

pengusaha
METROPOLITAN.ID | Sore itu wartawan Metropolitan berkunjung ke sanggar angklung tersebut. Belum sampai di sanggar, daun bambu yang berguguran menyapa. Angklung memang sangat lekat dengan bambu. Setelah mengucap salam, pria yang akrab disapa Abah Kukun itu lantas mengajak kami melihat-lihat galeri angklung miliknya. Ratusan angklung tersusun rapi lengkap dengan tiang penyangganya. Abah menceritakan kemahirannya mem­buat alat musik tradisional berbahan dasar bambu ater itu. Sekitar 1980, ia sudah mulai menekuni pekerjaan ini setelah sebelumnya belajar di Saung Hijau, Bandung. Namun saat itu, ilmu yang ia miliki belum cukup untuk bisa membuat suara angklung serasi. “Yang saya tekuni ini bukan hanya untuk pajangan, tapi untuk grup musik Sunda, jadi harus teliti dalam hal nada,” katanya.
Empat Cewek Hot Jadi Tukang Bakso

Empat Cewek Hot Jadi Tukang Bakso

pengusaha
METROPOLITAN.ID - Paha mulusnya dibiarkan dilihat banyak orang. Kulit putih ditambah wajah cantik mereka menarik perhatian. Terlebih pakaian yang dikenakan seksi. Keempat cewek cantik ini menjadi perbincangan lantaran melayani para pembeli di gerai bakso kawasan Jakarta Utara. Gerai makanan bernama Bakso Djingkrak sempat bikin heboh dunia maya. Bagaimana tidak, empat wanita pemiliknya ikut melayani para konsumen dengan pakaian seksi. Kontan saja, foto yang beredar luas di dunia maya ini langsung menuai komentar. Bakso Djingkrak di kawasan Sunter, Jakarta Utara itu pun sukses menjadi buah bibir. Bahkan, gerai bakso ini selalu selalu dipadati pengunjung. Tak dimungkiri, gambar seksi para pelayan itu ikut mendongkrak popularitas Bakso Djingkrak. Seperti yang terjadi kemarin, gerai ba...
Dari Rumah Makan  hingga Hotel Mewah

Dari Rumah Makan hingga Hotel Mewah

pengusaha
METROPOLITAN.ID | Menurut Ahmada Supardi, rempeyek buatannya memiliki tiga varian rasa, yakni kacang tanah, udang rebon dan kacang hijau. Makanan ringan buatannya itu banyak diminati warga. Bahkan, ia selalu menyiapkan seratus pak setiap bulan untuk dikirim ke salah satu hotel besar di Jakarta. “Alhamdulillah, banyak yang minat untuk kami pasok,” ujarnya kepada Metropolitan, kemarin. Selain hotel, pihaknya pun memiliki pelanggan di kampus-kampus dan rumah makan di sekitar Bogor. Menurut dia, rempeyeknya itu sangat pas jika disantap dengan pecel. “Kami jadi pemasok di beberapa rumah makan, ada juga yang memasok ke warung-warung,” terangnya lagi. Saat ini, ia mengaku tengah mencoba varian baru yakni rempeyek buah naga. Namun, ia belum berani menjual secara bebas lantaran rasa yang dihasi
Produksi Manisan hingga Keripik Singkong Balado

Produksi Manisan hingga Keripik Singkong Balado

pengusaha
METROPOLITAN.ID | Sekretaris PKK Kelurahan Ciluar Ita Puspita Sari mengatakan, dalam membangun usaha yang memberdayakan para anggotanya, ia mengandalkan pinjaman modal dari koperasi Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Kelurahan Ciluar. Beberapa produk andalan tersebut telah dijual hingga luar Bogor. “Kami mendapat pinjaman dari koperasi. Alhamdulillah kami sudah memiliki produk-produk unggulan,” ujarnya kepada Metropolitan, kemarin. Harga yang ditawarkan pun beragam. Manisan Rp36 ribu setiap seperempat kilogram. Sedangkan keripik singkong, setiap kemasan seperempat kilogram dibanderol Rp12 ribu. “Semua produk kami kemas dengan rapi untuk menarik minat para pembeli,” kata Ita. Ia mengaku, Kader PKK Kelurahan Ciluar miliki 38 produk yang sudah dipasarkan. Meski tak semua ma
Sulap Bungkus Kopi Jadi Anyaman Tikar

Sulap Bungkus Kopi Jadi Anyaman Tikar

pengusaha
METROPOLITAN.ID | Salah satu perajin Hartono yang memanfaatkan sampah untuk membuat kerajinan. Ia mengambil sampah yang bisa dimanfaatkan dari bank sampah Desa Pandansari. “Kami hanya membuat apa yang kami pelajari. Kami sisihkan sampah-sampah yang memungkinkan untuk dibuat sebuah produk,” ujarnya kepada Metropolitan, kemarin. Selain memiliki nilai ekonomi, kata dia, bungkus kopi dan botol bekas yang dimanfaatkan tersebut dapat mengurangi penumpukan sampah. Menurut Hartono, keberadaan bank sampah memberikan keuntungan tersendiri bagi warga Desa Pandansari. “Kalau biasanya sampah langsung dibuang, sekarang banyak warga yang memiliki ide-ide untuk membuat kerajinan dari barang bekas,” terangnya. Ia mengaku, meski sudah menciptakan beberapa produk, pihaknya masih memiliki kendala dalam