News, Sport and Lifestyle

Tag: bisnis

Ketua PHRI Kota Bogor Yuno Abeta Lahay Pilih Berbisnis

Ketua PHRI Kota Bogor Yuno Abeta Lahay Pilih Berbisnis

Metro Bisnis
METROPOLITAN – Terlahir di keluarga pembisnis, tak lantas membuat Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kota Bogor Yuno Abeta Lahay fokus dengan bisnis yang dijalankan keluarganya. Ia malah mendapatkan dorongan orangtuanya untuk melanjutkan kuliah dengan jurusan kedokteran. Ketika lulus sebagai sarjana kedokteran tahun 2006, pria yang akrab disapa Yuno ini mencoba menjalani profesinya sebagai seorang dokter. Yuno mencoba peruntungannya dengan membuka praktik dokter umum di apotek Semplak dan Cimanggu. Dua tahun ia jalani, membuatnya berfikir bahwa menjadi seorang dokter bukanlah hal yang menyenangkan untuknya. “Saya baru merasa sebenarnya memang itu bukan dunia saya. Saya gak merasa cocok, sementara dapur harus ngebul tapi saya berhadapan dengan pasyen yang sakit. Jadi dokter it
Kuliner dan UMKM Rajai Bisnis di Bogor

Kuliner dan UMKM Rajai Bisnis di Bogor

Metro Bisnis
METROPOLITAN - Berbisnis di Bogor memang menjadi hal yang cukup memiliki banyak peluang. Mulai dari bisnis di bidang kuliner, pariwisata dan masih banyak yang lainnya. Namun, dalam berbisnis pun memiliki banyak tantangan dan proses naik turun. Koordinator Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Badan Kuliner (Bakul) Kota Bogor Devi Maharani menuturkan, untuk bisnis saat ini semua bidang memang sedang mengalami sedikit penurunan. Apalagi dalam bidang kuliner atau makanan, dengan hadirnya banyak kue artis di Kota Bogor ini cukup menambah persaingan dalam bidang kue basah. “Adanya tujuh kue artis di Kota Bogor ini jadi menambah persaingan untuk kue basah,” paparnya. Namun, dengan adanya Badan Kuliner Bogor ini menjadi lebih terbuka informasi yang didapatkan oleh para pelaku usaha di bidang kul
Pesanan Berkurang

Pesanan Berkurang

Metro Bogor
METROPOLITAN – Saat Ramadan kerupuk mi kuning jadi salah satu menu andalan. Sejumlah pengusaha pun kebanjiran pesanan. Salah satunya di pengusaha kerupuk mi di Kampung Karadenan RT 02/03 Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor milik Latifah (58). Dari 1980, produksi kerupuk mi telah mengalami pasang surut. Menurut Latifah, pesanan kerupuk berbahan dasar sagu ini melonjak drastis saat bulan puasa namun tidak seperti tahun lalu. Sehari ia bisa menghabiskan satu setengah bal sagu seharga Rp80 ribu. "Satu bal itu lima kilogram, kalau hari biasa paling hanyak 60 bal,” ucap ibu empat anak ini kepada Metropolitan. Ia juga mengaku biasa menjual hasil produksi kerupuk mi ke wilayah sekitar Jabodetabek. Ia mulai memproduksinya setelah sahur. "Ya sekitar pukul 04:00 WIB, biasanya
Amartha Klaim Angkat Perekenomian Perempuan Pedesaan

Amartha Klaim Angkat Perekenomian Perempuan Pedesaan

Bogor Utara
CISEENG - Perusahaan peer-to-peer lender Amartha mengklaim telah mengangkat perekonomian perempuan yang tinggal di pedesaan dengan pinjaman usaha. Jika dibandingkan dengan 2016, ada peningkatan sebanyak 46 persen pada peminjam yang memiliki penghasilan di atas Rp 1,5 juta perbulan. Pada 2016, peminjam yang pendapatannya kurang dari Rp 1,5 juta per bulan memiliki porsi 63 persen. Pada 2017, persentasenya sebesar 55 persen. Untuk pendapatan peminjam di antara Rp 1,5 - 5 juta perbulan pada 2016 sebanyak 21 persen. Sementara pada 2017 jumlahnya berkurang menjadi 11 persen. Persentase peminjam dengan pendapatan di atas Rp 5 juta pada 2016 sebesar 16 persen. Pada tahun 2017, jumlahnya meningkat menjadi 34 persen. "Jadi pembiayaan yang disalurkan bisa meningkatkan kesejahteraan," ujar CEO da...
Berawal dari Pinjaman Rp 500 Ribu, Kini Sudah Bisa Kredit Mobil

Berawal dari Pinjaman Rp 500 Ribu, Kini Sudah Bisa Kredit Mobil

Bogor Utara
Seperti diketahui sebuah platform pinjam meminjam online (peer to peer lending) Amartha memberikan kemudahan pelaku usaha kecil untuk menjalankan usahanya. Lantaran, pelaku usaha yang tidak terjangkau bank bisa mendapat dana untuk menjalankan usahanya. Seperti halnya Apsiah (30) warga Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng. Mulanya, ia bekerja untuk perusahaan pakaian, namun, karena tak punya banyak waktu untuk keluarga, dia memutuskan untuk menjalankan wirausaha. Tak punya modal, Apsiah mengandalkan arisan untuk modal usaha. Tapi uang arisan pun lama keluar, ia pun mencari jalan keluar lain. Singkat cerita ia bergabung dengan Amartha. "Karena kalau ikut arisan lama nunggunya mau pinjam ke tetangga juga tidak mungkin, kebetulan Ibu RT kasih info ke warga terus pada gabung," ujarnya. Ikan cu...
Berawal Dari Bencana, Kini Bogor Punya Batik

Berawal Dari Bencana, Kini Bogor Punya Batik

Metro Bisnis
METROPOLITAN – Lahir dari sebuah keluarga petani, tidak lantas membuat Siswaya menjadi seorang petani. Pria kelahiran Yogjakarta ini nekat mengembara ke Kota Bogor menjadi serabutan. Namun seiring berjalannya waktu Siswaya menamukan jalan untuk memulai usahanya di Kota hujan. Merantau sejak 36 tahun lalu Siswaya bergabung dalam pengurus paguyuban orang Yogyakarta. Ia juga mendapatkan banyak masukan untuk memulai usaha, dan salah satunya petuah ‘Sebaik-baiknya manusia, yaitu yang berguna untuk orang banyak’ yang selalu terngiang di telinganya, bahkan membahwa dirinya menjadi salah satu pengusaha bati yang sukses di Bogor. Berawal dari bencana gempa yang menimpa Yogyakarta di tahun 2006. Siswaya mendatangi lokasi bencana bersama pengurus paguyuban lainnya untuk memberikan bantuan. Tempat y
Jumlah Pengunjung di Lippo Mals Indonesia Diproyeksi Naik 50%

Jumlah Pengunjung di Lippo Mals Indonesia Diproyeksi Naik 50%

Berita Hari Ini
METROPOLITAN - Lippo Malls Indonesia sebagai Operator mall terbesar di Indonesia menargetkan jumlah pengunjung sepanjang ramadan dan lebaran tahun ini naik hingga 50%. Darwin A. Rani selaku Deputy Operations Director Lippo Malls Indonesia, mengatakan pola peningkatan ini selalu terjadi setiap tahunnya sepanjang bulan ramadan dan lebaran. Karena itu, tahun ini pihaknya juga memproyeksikan angka yang sama. Untuk mal yang paling banyak dikunjungi sendiri, terletak di kawasan Jabodetabek. Dia mengatakan peningkatan tertinggi umumnya terjadi pada dua pekan sebelum lebaran. Adapun selain peningkatan pengunjung, mereka juga memprediksi ada kenaikan transaksi sebesar 30% selama periode tersebut. "F&B juga akan sangat meningkat, karena banyak orang memilih untuk berbuka puasa di mal, terut...
Yuk… Makan Enak di Lettie’s Kitchen

Yuk… Makan Enak di Lettie’s Kitchen

Metro Bisnis
Bogor memang jadi surganya berbagai jenis olahan kulinernya. Mulai dari makanan tradisional khas hingga modern. Salah satunya Lettie’s Kitchen yang menyajikan varian menu baru. LETTIE's Kitchen hadir dengan konsep industrial vintage. Untuk menu andalannya, resto ini menyediakan menu barat, Asian dan Indonesia. “Aneka menu tersebut sengaja dipilih agar pengunjung tidak merasa bosan,” ujar pemilik Lettie’s Kitchen, Toni Agustinus. Salah satu menu favorit di Lettie’s Kitchen, sambung Toni, yakni schotch egg. Makanan khas Eropa ini terbuat dari rebusan telur setengah matang yang dibalut daging giling dan tepung panir, lalu digoreng di minyak panas dengan api kecil. “Untuk sajiannya ditambah kentang goreng. Sausnya kita datangkan dari Eropa dengan saus tartar yang dibuat sendiri dan saus
Melek Era Digital tapi Pertahankan Kearifan Lokal

Melek Era Digital tapi Pertahankan Kearifan Lokal

Metro Bogor
Dunia bisnis perhotelan di zaman sekarang, sangat perlu untuk beradaptasi dengan teknologi digital dalam upaya terus menggaet dan mempertahankan kepercayaan konsumen. Orang kini dengan mudahnya mengakses informasi seputar hunian sementara ini, dan tidak terlalu bergantung dengan brosur seperti dahulu. Ketua Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor Yuno Abeta Lahay pun memahami betul hal tersebut. Menurut Yuno, perlu untuk menyatukan visi dan misi para anggota, menjadi satu tujuan, soal bagaimana perkembangan dunia perhotelan, bagaimana potensi di Kota Bogor sebagai kota penyangga sekaligus destinasi wisata warga kota-kota besar. “Selain itu perlu juga menyadarkan teman-teman, kita harus adaptasi dengan perkembangan zaman,” katanya saat ditemui Metropolitan, di Monalisa, Kelu
Ini Bisnis Racun Rp145 M ala Jokowi

Ini Bisnis Racun Rp145 M ala Jokowi

Berita Utama
Bisnis racun senilai Rp145 miliar versi Presiden Joko Widodo (Widodo) ramai diperbincangkan. Ini menyusul pidato ‘kalajengking’-nya saat Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrembangnas) dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Dalam pidato itu, Jokowi menyebut bahwa racun kalajengking sebagai salah satu komoditas termahal di dunia saat ini. Bahkan, harga per liternya bisa sekitar Rp145 miliar. "Komoditas yang paling mahal di dunia adalah racun scorpion, racun dari kalajengking. Harganya USD 10,5 juta, artinya Rp145 miliar per liter. Jadi kalau mau kaya, cari racun kalajengking," kata Jokowi saat itu. Peneliti Zoologi Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syahfitri Anita mengatakan, pidato Jokowi tidak sa
Kelola Barang Bekas, Kini Diperhitungkan di Asia

Kelola Barang Bekas, Kini Diperhitungkan di Asia

Berita Utama
Siapa sangka, barang bekas membawa ide brilian untuk wanita muda Fransiska Hadiwidjana membangun perusahaan start-up bergengsi. Bisnis yang digelutinya bersama kawan-kawannya sesama mahasiswa itu sukses membuahkan hasil membanggakan. Sampai-sampai berkat kesuksesan bisnisnya itu, nama Fransiska berhasil masuk kategori 30 nama yang berpotensi jadi pemimpin di Asia versi majalah Forbes karena bisnis start-up-nya yang ia beri nama Prelo. Ini dia kisah sukses Fransiska. Masuk 30 nama wanita yang berpotensi jadi pemimpin di Asia seperti mimpi bagi Fransiska. Wanita kelahiran 3 April 1990 itu tidak pernah menyangka bahwa bisnis start-up yang dibangunnya sejak kuliah masuk perhitungan majalah Forbes. “Surprise sekali. Saya tahu kalau yang masuk itu biasanya nama-nama besar seperti pendiri Trave