News, Sport and Lifestyle

Tag: Kompensasi

sukses Realisasikan Kompensasi Anggaran TPA Galuga dan DD II

sukses Realisasikan Kompensasi Anggaran TPA Galuga dan DD II

Gotong Royong
METROPOLITAN -- Pemerintah Desa (Pemdes) Galuga di Kecamatan Cibungbulang Bogor tengah menggenjot peningkatan infrastruktur. Informasi yang dihimpun, sembilan titik lokasi prioritas pembangunan dikerjakan dengan menggunakan anggaran kompensasi TPA Galuga tahun anggaran 2016-2017 dari Pemerintah Daerah  Kabupaten (Pemkab) Bogor.  Kepala Desa (Kades) Galuga Endang Sujana, menuturkan keseluruh pembangunan itu diantaranya, pembangunan halaman kantor desa dan gedung BUMDes seluas 200 meter persegi. "Untuk lahan ini menggunakan anggaran Rp150 juta," ujarnya kemarin. Endang mengatakan, dilokasi selanjutnya yaitu pembangunan drenase di RT01-03/01 senilai Rp20 juta.  Juga dikerjakan peningkatan betonisasi jalan lingkungan menuju SDN Dukuh 4 sepanjang 100 meter dengan nominal Rp20 juta.  "Sement
10 Tahun Kena Radiasi Sutet, Baru Sekali Dapat Kompensasi

10 Tahun Kena Radiasi Sutet, Baru Sekali Dapat Kompensasi

Bogor Timur
CITEUREUP - Sepuluh tahun setelah di­beri kompensasi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), warga Desa Leuwi­nutug, Kecamatan Citeureup, kembali mengeluhkan kejelasan kompensasi ter­sebut. Ikatan Keluarga Korban Sutet (IKKS) Desa Leuwinutug mengungkapkan bahwa warga desa pernah diberi kompensasi pada 2007 silam. Namun, kompensasi ter­sebut hanya diberikan satu kali dan sele­bihnya hingga sepuluh tahun belum per­nah diberikan sepeser pun. ”Kami cuma sekali dikasih kompensasi, yakni Rp25.000 per meter persegi untuk bangunan permanen dan Rp22.500 per meter persegi untuk semi permanen,” kata Koordinator IKKS Desa Leuwinutug Mujiono kepada Metropolitan, kemarin. Menurutnya, lantaran ketidakjelasan ini, warga akan terus memperjuangkan haknya sesuai apa yang telah dijanjikan pihak ter­k
Guru Ini Dapat Kompensasi Rp. 123 Juta Karena Didiskriminasi Memakai Jilbab

Guru Ini Dapat Kompensasi Rp. 123 Juta Karena Didiskriminasi Memakai Jilbab

Berita Hari Ini
METROPOLITAN - Seorang guru di Berlin memenangi perkara diskriminasi dan berhak atas dana kompensasi sebesar 9.250 dollar AS atau kira-kira Rp 123 juta. Seperti diberitakan AP, kasus ini berawal ketika sebuah sekolah dasar di Berlin menolak untuk mempekerjakan guru perempuan itu karena mengenakan jilbab. Hakim dari pengadilan tinggi ketenagakerjaan, Kamis waktu setempat, menyebutkan, mengenakan jilbab seharusnya tidak menjadi persoalan di sekolah. Penggugat, yang tidak diungkap identitasnya, sebelumnya mengajukan banding atas putusan pengadilan tingkat I yang menolak perkara ini. Kendati demikian, Dinas Pendidikan Berlin masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding terhadap putusan terakhir ini. Sebab, selama ini di Berlin berlaku apa yang disebut dengan hukum netralitas. Di ba