News, Sport and Lifestyle

Tag: KPK

Ini Tokoh di Bursa Pilpres 2019

Ini Tokoh di Bursa Pilpres 2019

Berita Utama
METROPOLITAN - Tak hanya Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang namanya sering disebut dalam kontestasi pemilihan presiden 2019. Masih banyak nama lain yang hilir mudik disebut sebagai kandidat calon presiden maupun calon wakil presiden. Termasuk tokoh-tokoh asal Sulawesi Selatan (Sulsel). Nama Jusuf Kalla (JK) sempat disebut-sebut bakal kembali dipertimbangkan menjadi calon wakil presiden. Namun terbentur aturan hukum, sehingga kecil kemungkinan JK kembali menjadi cawapres. Selain JK, masih ada sederet nama tokoh Sulsel di bursa Pilpres 2019. Sebut saja Presiden PKS periode 2013-2015 Anis Matta. Ada pula nama Ketua KPK periode 2011-2015 Abraham Samad. Nama lain adalah Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulsel yang baru saja berakhir masa jabatannya pada 9 April 2018. Nama Anis Matta (50), po...
¨Saya Ingin Pak Novel Sembuh…¨

¨Saya Ingin Pak Novel Sembuh…¨

Bogor Barat
CIAMPEA - Banyak yang bertanya dengan sosok seorang ibu, yang berniat mendonorkan matanya. Ibu lima anak tersebut sudah berumur setengah abad. Ia merelakan sebelah bola matanya dengan berucap lilahi ta'ala untuk mendonorkannya pada penyidik KPK Novel Baswedan. Bahkan, niat ingin mendonorkan matanya itu, tidak ada desakan dari manapun. Warga Perumahan Griya Raharja Cibanteng, Kelurahan Cibanteng, Kecamatan Ciampea ini, sudah sejak lama ingin mendonorkan matanya sebelahnya. Demi hanya untuk kesembuhan Penyidik Senior KPK Novel Baswedan. Sebelum niat mendonorkan matanya itu, sempat ditolak oleh anak-anak tercinta dan suamimya. Siti Rosmida (53) mengaku, niat mendonorkan mata terhadap Novel Baswedan tidak ada desakan dari manapun, dengan keinginan sendiri. Tidak ada kaitan keluarga ataupun...
Sejak 2017, Ngefans dengan Sosok Novel Baswedan

Sejak 2017, Ngefans dengan Sosok Novel Baswedan

Berita Utama
CIAMPEA - Siti Rosmidah, guru TK asal Ciampea, mendadak terkenal setelah ia blak-blakan ingin mendonorkan matanya untuk Novel Baswedan melalui Instagram. Ia merasa terpanggil memberikan sebelah matanya agar lebih berguna bagi Novel berantas korupsi. Siti, warga Perumahan Griya Raharja Blok A4, Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea ini mengaku prihatin dengan banyaknya kasus korupsi yang belum tuntas. Ini pula yang membuatnya rela mengorbankan sebelah matanya untuk penyidik KPK Novel akibat siraman air keras. "Saya sudah sejak 2017 ingin sekali mendonorkan mata saya buat Pak Vovel, tapi saya bingung harus melalui mana. Yang pasti saya suka dengan sosok Pak Novel sejak menjadi penyidik KPK," ujar warga Jalan Manyar, RT 01/08, Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea itu. Menurut ibu lima anak ini, N...
Guru TK di Ciampea Siap Donorkan Matanya ke Novel

Guru TK di Ciampea Siap Donorkan Matanya ke Novel

Berita Utama
Setahun sudah peristiwa penyiraman air keras ke wajah penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berlalu. Namun, hingga kini belum ada titik terang penuntasan kasusnya. Hal itu bahkan sampai membuat seorang ibu di Bogor bersedia mendonorkan matanya untuk Novel. Dilihat dari akun Instagram @undercover.di, wanita yang mengenakan jilbab abu-abu itu mengaku siap memberikan sebelah matanya. "Assalamualaikum Wr Wb. Saya Siti Rosmida bersedia mendonorkan satu mata saya untuk Pak Novel Baswedan,” katanya dalam tayangan video. Warga Griya Raharja Cibanteng, Kelurahan Cibanteng, Kecamatan Ciampea ini mengungkapkan kesediaannya mendonorkan mata kirinya adalah murni keinginannya. Bahkan, ia tak meminta sedikit pun imbalan. Bukan juga soal ingin mencari sensasi, namun memang ka
Resmi Ditahan KPK, Ini Permintaan Zumi Zola

Resmi Ditahan KPK, Ini Permintaan Zumi Zola

Berita Utama
METROPOLITAN - Tangisan pengunjung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mewarnai detik-detik Gubernur Jambi Zumi Zola digiring keluar gedung lembaga antirasuah. Lengkap dengan balutan rompi oranye, mantan artis dan pesinetron itu resmi jadi tahanan KPK atas kasus suap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rp6 miliar. Penyidik KPK resmi menahan Zumi Zola usai melakukan serangkaian pemeriksaan pada Senin (4/9/2018) sejak pukul 10:00-18:45 WIB. Tak ada sepatah kata pun keluar dari mulut Zumi Zola. Ia memilih langsung memasuki mobil tahanan yang sudah menunggu di lobi gedung KPK. Sementara sejumlah orang yang diduga orang dekat Zumi Zola tampak menangis. Mereka seperti tak percaya bahwa Zumi Zola benar-benar ditahan KPK. “Bagaimana nanti beliau (Zumi Zola, red) ditahan. Kami sangat k
Abraham Samad Siap Nyapres

Abraham Samad Siap Nyapres

Politiking
METROPOLITAN - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengaku sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik untuk menjadi calon presiden atau calon wakil presiden di Pilpres 2019. Namun, Abraham enggan menyebutkan parpol apa saja yang mendekatinya. "Ada beberapa (partai) tapi tidak perlu disampaikan," kata Abraham. Samad pun merasa tidak yakin pada akhirnya partai-partai tersebut tetap akan mengusungnya sebagai capres atau cawapres. Hal tersebut mengingat besarnya biaya politik yang harus dikeluarkan untuk maju dalam Pilpres. "Yang jelas saya ini kan bukan orang partai. Kemudian bukan orang yang punya duit, apa partai-partai itu tetap mau terus melanjutkan mencalonkan saya tidak, itu jadi pertanyaan," ucapnya. Kendati begitu, Samad tidak akan menolak jik...
KPK: Kami Tidak Punya Fasilitas Untuk Kuda

KPK: Kami Tidak Punya Fasilitas Untuk Kuda

Berita Utama
Setelah ramai gelaran festival burung di Istana Bogor pada Minggu (11/3), giliran dua kuda gratifikasi yang menyita perhatian. Kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menitipkan dua kuda dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, ke Istana Bogor. Kuda-kuda itu sebelumnya dilaporkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai barang gratifikasi. Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono bersama Kasubdit Pengelolaan Kekayaan Negara III Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Karman Kamal mengantarkan kuda itu untuk ditipkan di Istana Bogor. "Karena ini binatang hidup kemudian KPK belum memiliki fasilitas untuk mengelola barang semacam ini, untuk sementara kita titipkan di Istana," ujar Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Giri berharap, penitipan dua kuda tersebut di Ista...
KPK Garap Cagub-Cawagub Jabar

KPK Garap Cagub-Cawagub Jabar

Politiking
Menurut Ketua Satuan Tugas Bidang Politik Deputi Pencegahan KPK Guntur Kusmeiyano, KPK bersama KPU dan Pemprov Jabar akan memfasilitasi acara tersebut pada April mendatang. "Langkah ini dilakukan KPK sebagai upaya pencegahan dari hulu. Ini rangkaian program politik cerdas dan berintegritas," ujar Guntur. Guntur mengatakan, Jabar dipilih KPK sebagai salah satu lokasi pembekalan kepala daerah yang juga digelar di wilayah lain. Karena, selama ini ada tiga kasus korupsi yang paling sering kali dilakukan oleh para pejabat yang terjerat kasus korupsi. Yakni, penyuapan, pengadaan barang dan jasa, serta terkait perizinan. Karena itu, dia mengatakan, KPK akan menekankan tiga hal penting dalam pembekalan. Pertama, hal-hal yang akan bisa saja menjadi kasus korupsi oleh kepala daerah saat terpilih...
DEMOKRAT TARGET 100 RIBU SUARA UNTUK BADRA

DEMOKRAT TARGET 100 RIBU SUARA UNTUK BADRA

Politiking
METROPOLITAN - Partai Demokrat (PD) Kota Bogor mengaku optimis dapat menyumbang 100 ribu suara untuk bakal pasangan calon (bapaslon) wali kota dan wakil wali kota Bogor, Bima Arya dan Dedie A Rachim, di pilwalkot Bogor 2018. Target ini disesuaikan dengan jumlah kursi yang dimiliki PD di DPRD Kota Bogor. “Demokrat berharap bisa mengamankan 90-100 ribu suara untuk Badra karena kita punya modal lima kursi. Kita berharap bisa mengejar angka itu,” kata Sekretaris PD Kota Bogor Ferro Sopacua usai menghadiri silaturahmi bersama bapaslon yang memiliki slogan Badra bersama keluarga besar kader partainya di Gumati Cafe Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, kemarin malam. Ferro mengakui bahwa pergerakan PD saat ini memang belum terlihat nyata. Namun pada proses kampanye nanti, ia akan mengerahkan ke
Panwas Harus Jeli Awasi Dana Kampanye Bapaslon

Panwas Harus Jeli Awasi Dana Kampanye Bapaslon

Politiking
METROPOLITAN - Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilihan untuk Rakyat (JPPR), Yusfitriadi, meminta Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) Kabupaten Bogor serius dalam mengawasi dana kampanye yang digunakan para pasangan calon (paslon) nantinya. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi praktik-praktik yang melanggar aturan dan merugikan masyarakat dalam menghimpun dana kampanye para calon. Lelaki yang akrab disapa Kang Yus ini menjelaskan, sedikitnya ada enam komponen biaya operasional politik yang harus disediakan tim kampanye pasangan calon. Yaitu konsolidasi dan sosialisasi, helaran kampanye di setiap kecamatan, alat peraga kampanye, kaos pasangan calon, kampanye akbar dan biaya saksi. Menurut Kang Yus, komponen tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar. Dirinya memprediksi set...
Setelah Koreksi Harta Kekayaan STS Menyusut, Bima Arya Naik

Setelah Koreksi Harta Kekayaan STS Menyusut, Bima Arya Naik

Politiking
METROPOLITAN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merevisi jumlah harta kekayaan calon kepala daerah yang mengikuti pilwalkot Bogor 2018. Dua dari delapan calon kepala daerah mengalami penyusutan harta kekayaan. Yakni Sugeng Teguh Santoso dan Bima Arya. Sesuai data yang ada dilaman resmi kpk.go.id, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dimiliki Sugeng Teguh Santoso sebesar Rp82.012.477.591 dari sebelumnya sebanyak Rp85.635.427.591. Sedangkan, Bima Arya memiliki harta kekayaan sebesar Rp5.230.000.000 dari sebelumnya senilai Rp5.591.250.000. Menanggapi hal itu, balon wakil wali kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso menjelaskan bahwa pengurangan harta kekayaan itu lantaran penghitungan sebelumnya kurang tepat sehingga harus dilakukan penghitungan ulang. “Iya ada koreksi. Di