News, Sport and Lifestyle

Tag: Megamendung

174 guru SMP se -Kabupaten Bogor ikuti Repdis Bermutu

174 guru SMP se -Kabupaten Bogor ikuti Repdis Bermutu

Bogor Selatan
Megamendung - Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor mengadakan Replikasi dan Diseminask (Repdis) Bermutu bagi guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Hotel Arimbi, Megamendung, 19-21 Februari 2018. Kepala Bidang Pembinaan GTK Disdik Kabupaten Bogor, Asep A. Sudrajat mengatakan, Repdis yang diikuti 174 guru merupakan penyebarluasan peningkatan mutu pendidikan di jenjang SMP secara menyeluruh melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Dijelaskan, terdapat sembilan materi pokok yang akan disampaikan narasumber yang diundang yakni dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK), dan Kemendikbud. Meliputi peningkatan profesionalisme, problem solveing pengajar, penguasaan pengembangan kurikulum, pengoperasian ...
Ruas Jalan Gadog-  Sukamanah  Memprihatinkan

Ruas Jalan Gadog- Sukamanah Memprihatinkan

Bogor Selatan
Megamendung - Ruas jalan Gadog sampai ke Sukamanah,saat ini sudah tidak layak dilintasi. Banyak lubang - lubang di badan jalan,sehingga apabila tergilas pengendara akan sangat membahayakan. Jalan utama yang menghubungkan antar desa di Kecamatan Megamendung tersebut,kondisnya sudah sangat memprihatinkan. Apalagi ketika musim penghujan tiba,badan jalan akan berubah menjadi kubangan,karena di setiap bagian bahu jalan tidak memiliki drainase sebagai saluran air. Banyak pengendara yang mengeluh,terlebih ketika kendaraan yang dibawanya masuk ke lubang. Seperti yang dikatakan pengendara asal Bogor Kota Sabar (45). Dia meminta pemerintah daerah memperhatikankondisi jalan di pelosok . " Ini jalan sudah tidak ada pilihan,kanan kiri banyak lubang,kalau tidak hati - hati sangat membahayakan. Saya sen...
Rumah Tak Layak Huni di Kawasan Puncak Rawan Ambruk

Rumah Tak Layak Huni di Kawasan Puncak Rawan Ambruk

Bogor Selatan
Megamendung - Bencana longsor yang melanda wilayah Puncak Cisarua beberapa waktu lalu telah meululuhlantahkan sejumlah bangunan. Khususnya rumah tinggal. Untuk itu dipandang perlu adanya percepatan perbaikan. Hal ini dtegaskan anggota Komisi III Selamet Mulyadi. Menurut dia, percepatan pembangunan pasca bencana harus segera dilakukan. Namun begitu, perbaikan kerusakan ini harua dibarengi dengan pembenahan tata ruang di wilayah tersebut. Karena, kata dia, percepatan perbaikan dinilai akan percuma jika tata ruangnya tidak dibenahi. "Pembangunan pasca bencana longsor tidak bisa dilakukan terpisah. Sebaiknya pembangunan dibarengi dengan pembenahan tata ruang di Puncak yang saat ini masih jauh panggang dari api," ujar Politisi PDIP asal Dapil III ini kepada wartawan, kemarin. Selain pembang...
Eks Kantor UPT Pendidikan Megamendung Sepi

Eks Kantor UPT Pendidikan Megamendung Sepi

Bogor Selatan
Megamendung - Keberadaan Kantor UPT Pendidikan megamendung kini tidak seramai dulu,karena kini UPT pendisikan se - Kabupaten Bogor sudah tidak difungsikan lagi. Akibatnya para pegawai yang dulu ditugaskan disana,ditarik ke Dinas Pendidikan atau dipindah tugaskan ke kantor - kantor kecamatan. Hanya saja masih ada pegawai yang bertahan, itu pun sifatnya hanya pengawasan. "Sekarang hanya ada pengawas dan sifatnya hanya pengawasan saja," ungkap Nurhasan eks Kasubag TU UPT Pendidikan Megamendung. Dia juga menerangkan,saat ini ia sendiri seolah nojob dan hanya memberikan pelayanan bagi sekolah – sekolah yang membutuhkan tenaganya. "Saya juga bingung,sampai kini belun ada kejelasan dari Dinas Pendidilan Kabupaten Bogor. Tapi untuk koordinator pendidikan memang sudah dibentuk,tapi tidak meliba
Bukan cuma  Katulampa, Bendung  Cibalok juga Siaga I

Bukan cuma Katulampa, Bendung Cibalok juga Siaga I

Bogor Selatan
Megamendung - Hujan deras yang mengguyur kawasan puncak selama dua hari tiada henti,mengakibatkan saluran air sungai di bendung Cibalok meluap sampai 250 Cm.dan berada pada status siaga satu. Menurut penjaga bendung Cibalok Nazar,air sudah mulai merangkak naik sejak dinihari kemarin dan puncaknya pada pukul 07.00 WIB."Ketinggian air maksimal terjadi pada pukul tujuh pagi,mencapai 2,5 meter,"ungkapnya. Dia juga mengatakan,sampai sore debet air juga masih tinggi,tapi tidak setinggi pagi hari. "Setelah sore air agak reda,tapi ketika tinggi sempat menyapu beberapa bangunan yang ada disepadan sungai," terangnya. Warga setempat Riza mengaku khawatir dengan tingginya air. "Kalau melihat air seperti itu ngeri juga,bergulung melahap apa saja yang didepannya,termasuk beberapa bangunan,” ungkap di
Megamendung Diguyur Rp14,9 Milyar Untuk Pembangunan

Megamendung Diguyur Rp14,9 Milyar Untuk Pembangunan

Bogor Selatan
Megamendung - Pemerintah Kecamatan Megamendung mendapat jatah Rp. 14,9 Miliar untuk pagu pertama yang diaktifkan untuk perencanaan pembangunan di tahun 2019 nanti. Tahun lalu, Kecamatan Megamendung mendapat pagu Rp. 13,8 Miliar. Tak jauh berbeda dengan saat ini.namun  tak ada se- rupiah pun yang direncanakan untuk biaya antisipasi bencana di wilayah itu.padahal Wilayah kecamatan tersebut termasuk rawan bencana alam. “Soal bencana tidak masuk dalam pembahasan. Tapi soal itu sudah diusulkan oleh setiap desa langsung ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk dapat bantuan penanganan bencana,” kata Camat Megamendung Hadijana. Tapi setidaknya,lanjut dia,pihak kecamatan sudah melakukan antisipasi lainnya dengan pemeliharaan dan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di beberapa ti
AY Berjanji Tangani Persoalan Puncak dari Hati ke Hati

AY Berjanji Tangani Persoalan Puncak dari Hati ke Hati

Bogor Selatan
Megamendung - Persoalan Puncak sebagai daerah penghasil pajak sampai saat ini masih belum juga terselesaikan. Ironisnya bila satu masalah akan diselesaikan,maka akan melahirkan satu persoalan baru. Sebut saja tentang Kemacetan panjang yang kerap terjadi dijalur puncak,penyelesaiannya melahirkan persoalan tentang relokasi Pedagang kaki lima (PKL),atau masalah bangunan - bangunan dilahan resapan air,maka penyelesaiannya melahirkan satu persoalan tentang tenaga kerja,bahkan untuk Masalah Imigran sekalipun,selalu saja melahirkan Pekerjaan rumah baru. Puncak sudah sepantasnya menjadi daerah yang diprioritaskan,terlebih didalamnya selalu banyak dinamika yang menuntut percepatan penanganan.Dalam programnya Ade yasin (AY) mengaku paham benar tentang persoalan Puncak,sehingga menurutnya Puncak m...
PKL Puncak Nekat Berjualan di Bekas Pembongkaran

PKL Puncak Nekat Berjualan di Bekas Pembongkaran

Bogor Selatan
Megamendung - Pelebaran jalan Puncak kanan dan kiri satu meter,akhirnya harus menggeser para Pedagang Kaki Lima (PKL) Satuan Polisi Pamong Praja beberapa bulan lalu.Namun ironisnya meski sudah digeser dan ditempatkan pada lahan relokasi,tapi tetap saja disekitar Megamendung,PKL tersebut kembali berjualan. Lahan yang sudah kosong dan diperindah dengan pot tersebut,kini mulai diisi kembali oleh para pedagang,meski hanya beratapkan terpal dengan tiang bambu,pot yang sudah terpajang digeser,sehingga ada ruang yang cukup untuk berjualan. Kini,bukan hanya pedagang buah dan oleh - oleh yang menempati lahan tersebut,pedagang Ayunan dan bengkel motorpun tak luput mengadu nasib disana. “Mau bagai mana lagi,kami butuh biaya buat makan sehari – hari," ungkap Iwan,pedagng lapak pisang. (ash/b/suf)
Pemdes Pasirangin Bantah tidak Transparan

Pemdes Pasirangin Bantah tidak Transparan

Bogor Selatan
Megamendung- Munculnya pemberitaan di Media Sosial (Medsos) tentang tidak transfaransinya tata kelola desa Pasir Angin dibantah Kades Pasir Angin Endang Setiawan. Kejadian diawali saat kunjungan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI ke salah satu pondok pesantren di Desa tersebut. Salah seorang anggota BPD mengadukan persoalan desa ke Menteri Desa Eko Putro Sadjojo. Dikatakan dia, Pemdes Pasir Angin tidak terbuka dalam menjalankan program pemerintah seperti bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan bantuan lainnya. Selain mengadukan langsung ke menteri desa, salah satu unsur BPD ini juga mengunggah tulisan di salah satu blog. Sontak saja, tulisan tentang desa ini menjadi isu yang ramai dibicarakan baik di tingkat desa maupun kecamatan. Tak terima dengan pem...
Normalisasi Sungai Ciratim Bisa Jadi Tumpuan Ekonomi Warga

Normalisasi Sungai Ciratim Bisa Jadi Tumpuan Ekonomi Warga

Bogor Selatan
Megamendung - Keberadaan saluran air Ciratim di Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung sangat bermanfaat bagi warga di desa tersebut. Saluran air sepanjang 2 kilometer itu kerap menjadi pemenuhan kebutuhan air warga, baik warga Desa Cipayung maupun luar desa. Karena banyaknya warga yang membutuhkan air, Pemerintah Desa Cipayung melaksanakan normalisasi saluran air Ciratim sepanjang 670 meter."Untuk sementara yang di normalisasi baru 670 meter," ujar Kades Cipayung Cacu Budiawan kepada wartawan, Untuk melaksanakan normalisasi sepanjang 2 kilometer saluran air Ciratim, dibutuhkan kerjasama dua desa, yaitu Desa Cipayung Girang dan Desa Cipayung. Hanya saja, Desa Cipayung Girang tidak mau berkerjasama dengan alasan anggaran."Padahal saya sudah tawarin untuk penjaga saluran air satu juta per ...
Utang Pembangunan Jalur Utara Puncak Tembus Rp1,4 M

Utang Pembangunan Jalur Utara Puncak Tembus Rp1,4 M

Bogor Selatan
Megamendung-- Janji Bupati Bogor Nurhayanti yang akan mencairkan Bantuan keuangan (Bankeu) untuk pembangunan jalan alternatif lingkar utara Pucak Bak hembusan angin syurga belaka. Sampai saat ini bantuan tersebut belun juga cair,dengan alasan ada salah satu desa dikabupaten Bogor yakni Desa Taman sari yang bermasalah dengan bankeu terdahulu. Saat ini ke- empat desa yang dijanjikan bankeu oleh Bupati tersebut terpaksa mengutang ke toko bangunan atas tuntutan masyarakat. Di antarannya, Desa Pasir Angin Rp 250 juta, Cipayung Datar Rp 500 juta, Cipayung Girang Rp 400 juta, dan Megamendung Rp 250 juta ,total 1,4 miliar. Hutang tersebut diakui Kepala Desa Cipayung Girang, Srie Budy Sayekti. “Ya sudah empat ratus juta lebih itu kalau untuk matrial. Tapi tenaga kerja kan gak bisa ngutang,” aku