Istri Korban Tragedi Bom Jakarta Diusir dari Rumah Kontrakan

by -

METROPOLITAN.ID | Bogor – Belum kering air mata Laily Herlina yang kehilangan suami, Rais Karna, korban tewas dalam tragedi ledakan bom di kawasan sekitar pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta. Kini, Laily dan dua balitanya dihadapkan pada kesedihan lain, yaitu harus segera angkat kaki dari rumah kontrakannya.

Laily mengaku mendapat pesan singkat dari pemilik rumah kontrakan pada Minggu 17 Januari 2016. Melalui pesan singkat itu, sang pemilik rumah memberi waktu tiga hari untuk Laily meninggalkan rumah kontrakan di Kampung Plered, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tersebut.

Saat melihatkan pesan singkat itu ke Metrotvnews.com, Laily tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya. Ia terdiam.

“Saya juga enggak mengerti kenapa dia minta saya dan keluarga pergi dari kontrakan. Padahal suami saya jelas-jelas korban (tragedi ledakan bom di Jakarta),” kata Laily saat ditemui di rumah orangtua Rais di Kampung Plered, Kabupaten Bogor, Senin (18/1/2016).

Sejak suaminya meninggal, Laily dan dua buah hatinya tinggal bersama orangtua Rais. Sementara keluarga mengebumikan almarhum di pemakaman Kampung Plered.

Laily mengatakan enggan membalas pesan singkat tersebut. Namun ia menegaskan tak pernah merasa bermasalah dengan rumah kontrakan. Ia juga lancar membayar uang kontrakan.

“Bayarnya per bulan Rp500 ribu. Tidak ada masalah,” kata ibu dari Kianu Aprilian Rafahsa, 2 dan Siti Athaya Ramadhani, 5, itu.

Laily tak mau larut dalam kesedihan. Ia mengaku kini sedang menata hidup bersama dua anaknya. Untuk sementara, mereka tinggal di rumah mertua.

Rais merupakan satu dari delapan korban yang tewas dalam ledakan bom dan penembakan yang terjadi di Jakarta pada Kamis 14 Januari 2016.(metrotvnews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *