Pemerintah Bantah Kecolongan Soal Gafatar

by -

METROPOLITAN.ID | Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, membantah jika pemerintah kecolongan. Menurutnya, pihaknya sudah lama mengetahui keberadaan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dinilai masyarakat merupakan organisasi masyarakat sesat.Untuk itu, Tjahjo menegaskan Kemendagri tidak pernah mengeluarkan surat keterangan terdaftar (SKT), pada saat Gafatar mendaftarkan organisasinya pada 2011 lalu.“Kan, ini organisasi tanpa bentuk, bisa berubah nama, bentuk, identitas, pengajuan ke Pemda kegiatan sosial, kamuflasenya ke situ,” ujar Tjahjo di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara 7, Jakarta Pusat, Rabu 13 Januari 2016.Bahkan, menurut Politikus Senior PDI Perjuangan tersebut, Kemendagri telah mengeluarkan surat edaran, atau radiogram ke daerah untuk mengawasi aktivitas Gafatar yang mengarah ke tindakan sesat sejak 2012.”Termasuk, mengkaji ulang terhadap ormas-ormas lain yang dinilai meresahkan,” ungkap Mendagri.Sementara itu, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (PolPUM) Kemendagri, Soedarmo juga menerangkan hal yang sama. Alasannya, Pemerintah telah mengeluarkan peringatan kepada berbagai pihak sejak 2012 silam.“Tidak kecolongan, tidak ada yang kecolongan. Kita sudah keluarkan surat edaran tahun 2012, dua kali kita waktu itu,” kata Soedarmo.Menurut dia, meskipun Gafatar diketahui berdiri di sejumlah daerah seperti Poso, Gorontalo, Purbalingga. Tetapi, kata Soedarmo, Gafatar berdiri dengan berkamuflase sebagai organisasi yang bergerak di bidang sosial.“Ada beberapa daerah, tetapi tidak di seluruh daerah. Waktu itu tidak sadar dan tidak ngeh. Gafatar ini punya tujuan maksud tertentu, dulu itu kan menyasar kegiatan sosial,” terang mantan pejabat Badan Intelijen Negara itu.(VV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *