Pintu terbuka untuk eks anggota Gafatar, mereka bukan teroris

by -

METROPOLITAN.ID – Sejumlah daerah siap “membukakan pintu” untuk warga eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang akan pulang dan dievakuasi dari penampungan di Pembekalan Angkutan Daerah Militer XII Tanjungpura, Kalimantan Barat. Masyarakat di daerah asal pun diminta menerima kehadiran mantan pengikut Gafatar ini.

Di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan masyarakat diharapkan tidak salah paham dengan keberadaan mantan pengikut Gafatar.

“Saya kira mereka bukan sejenis teroris. Jadi masyarakat jangan salah juga, mereka orang-orang cinta damai, nggak ada unsur macam-macam sebetulnya,” kata Basuki, Senin (25/1/2016).

Basuki mengatakan telah menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memberikan pemahaman terhadap eks pengikut Gerakan Fajar Nusantara. Beberapa anggota eks Gafatar saat ini ditampung di Panti Sosial Bina Insan 2, Jakarta Timur.

Para eks anggota Gafatar dan keluarganya di Kalimantan Barat ditampung di tempat pengungsian menyusul amuk massa yang berujung pada pembakaran rumah di Kabupaten Mempawah, Selasa (19/1/2016). Lebih dari 1.000 orang ditampung di Pembekalan Angkutan Daerah Militer XII Tanjungpura sebelum dipulangkan menggunakan kapal laut.

Tak hanya di Mempawah, warga eks Gafatar dari kabupaten lain pun dievakuasi, seperti Singkawang, Melawi, Sintang, Kayong Utara dan Kapuas. Mereka akan diangkut dengan tiga kapal yaitu, KRI Teluk Gilimanuk, KRI Teluk Banten dan KRI Teluk Bone.

Sebagian warga eks Gafatar juga sudah sampai di Semarang. Antara melaporkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko menyambut kedatangan sekitar 350 eks anggota Gafatar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Senin (25/1/2016).

Para eks Gafatar yang diangkut KRI Teluk Gilimanuk tersebut ditampung di ruang VIP Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Sekitar sepuluh bus disiapkan untuk mengangkut para mantan Gafatar tersebut dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju Asrama Haji Donohudan.

Di Jawa Timur, sejumlah kepala daerah meminta masyarakat menerima mantan anggota aliran Gafatar yang bertobat dan menyatakan kembali hidup normal di tengah lingkungan asalnya.

“Harapan saya selaku kepala daerah, terima kembali mantan anggota Gafatar yang sudah menyatakan tobat dan kembali ke jalan benar,” ujar Penjabat Wali Kota Surabaya Nurwiyatno.

Berdasarkan data sementara yang dikeluarkan Pemprov Jatim, terdapat 88 orang mantan anggota Gafatar beridentitas asal Surabaya, sedangkan warga Sidoarjo sebanyak 10 orang.

Penjabat Bupati Sidoarjo Jonathan Judianto yang mengaku siap membantu mencarikan solusi agar kembali diterima masyarakat. Jonathan mengatakan sudah merencanakan program memulihkan mental para mantan anggota Gafatar.

Pemprov Jatim telah membentuk tim khusus untuk menyadarkan dan mengajak ke ajaran benar, yang anggotanya antara lain Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, tokoh agama, serta beberapa pihak terkait lainnya.(beritagar.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *