Positif Narkoba, Dua Warga Dibekuk Aparat

by -

METROPOLITAN.ID | KETAPANG–Setelah dinyatakan hilang, empat warga Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, yang diambil paksa beberapa orang dari mobil Toyota Avanza hitam sejak Kamis (21/1/2016) sore, akhirnya terjawab.

Namun, dua warga di antaranya, Irahan (39) dan Mukmin (37), terpaksa berurusan dengan Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Selatan karena terbukti menggunakan narkoba jenis sabu-sabu.
Menurut Kasat Reserse Narkoba Polres Lampung Selatan AKP Syahrial, kedua warga Ketapang, Masuri alias Doyok (44) dan Roni (27), dibebaskan karena tidak cukup bukti mengonsumsi sabu-sabu seperti kedua temannya, Irahan dan Mukmin.
“Keduanya (Masuri dan Roni) kami silakan untuk pulang karena hanya minum minuman keras, saat anggota kami menggerebek rumah Irahan yang digunakan untuk pesta narkoba,” kata AKP Syahrial, Sabtu (23/1/2016).
Ia memaparkan kedua warga Desa Ketapang tersebut telah melanggar UU Narkotika dengan ancaman hukuman paling sedikit 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara.
“Untuk itu, Irahan dan Mukmin kami tahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, sedangkan dua warga lainnya kami lepaskan untuk mendapat pembinaan,” kata Syahrial.
Diketahui sebelumnya, keluarga korban hingga Jumat (22/1/2016) malam belum mendapat informasi keberadaan Suri (44), Irahan (39), Mukmin (36), dan Roni (27).
“Kami belum mendapat keterangan, baik dari desa maupun kepolisian. Informasi ang beredar kakak saya (Suri alias Doyok) diambil Buser,” ujar Wandi, adik kandung Suri, Jumat (22/1/2016).
Informasi yang berhasil dihimpun, keempat warga tersebut saat Kamis (21/1/2016) sore berkumpul di rumah Irahan (39) yang berada di dekat Balai Desa Ketapang. Saat itu mereka bersama Basri, warga Desa Ruguk.
Tak lama kemudian, merapat sebuah mobil Toyota Avanza hitam di rumah Irahan yang kebetulan berjualan soto ayam. “Dari Avanza, keluar beberapa orang berbadan tegap dan menarik mereka ke dalam mobil,” ujar warga yang menyaksikan hal itu.
Dihubungi terpisah, Kepala Desa Ketapang Sri Komaladewi mengaku hanya mendengar cerita akan keempat warganya yang diambil sekelompok penumpang Avanza hitam.
“Kalau itu petugas kepolisian, seharusnya kan pakai prosedur. Ada pemberitahuan ke desa, tapi ini sama sekali tidak ada pemberitahuan,” ujar Sri.
Kanit Reskrim Polsek Penengahan Aiptu Suyitno mengungkapkan sejak kemarin jajarannya tidak melakukan penangkapan terhadap warga Ketapang. “Tidak ada yang kami tangkap terkait kriminalitas,” kata dia.(lampost.co)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *