Sah! Golkar Kubu Ical Jadi Bos DPR

by -

METROPOLITAN.ID – Politikus Partai Golkar Ade Komarudin akhirnya dilantik sebagai ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Namun, pelantikan pria yang berada di kubu Aburizal Bakrie itu diwarnai penolakan dari sejumlah anggota dewan.
Tak hanya datang dari kubu Agung Laksono, tapi juga sejumlah anggota DPR dari fraksi lainnya seperti Johnny G Platte dari Fraksi NasDem dan Ruhut Sitompul dari Fraksi Demokrat. Ruhut sampai maju ke podium untuk menyampaikan interupsinya, tetapi tetap tak diakomodasi oleh pimpinan DPR.
Usai membacakan sumpah dan menandatangani kesepakatan sebagai ketua DPR, palu sidang langsung diserahkan pelaksana tugas (plt) Ketua DPR Fadli Zon kepada Ade Komarudin.
Meski diwarnai hujan interupsi, Ade menanggapinya dengan santai. ”Di dewan itu, pendapat berbeda itu biasa saja kali. Santai saja,” kata Ade, kemarin.
Menurut dia, semua pimpinan fraksi di rapat Bamus sebenarnya sudah sepakat untuk pelantikan. Interupsi tanpa henti di paripurna disebutnya karena ada anggota yang tidak taat. ”Ada anggota tidak taat ke fraksi ya sudah. Kita tidak menghendaki kesempurnaan, apalagi di politik,” kata Ade.
Pandangan berbeda-beda, menurut Ade, juga ada di masyarakat. Oleh sebab itu, dia mengaku siap dikritik. ”Itulah gambaran 560 anggota kita, gambaran masyarakat Indonesia. Makanya sering dikritik masyarakat yang diwakili. Saya harus siap,” imbuhnya.
Duduk di kursi nomor 1 di DPR, Ade pun melarang Panitia Khusus (Pansus) penyusun UU di DPR untuk melakukan kunjungan ke luar negeri. Namun, masih ada sejumlah pengecualian.
”Soal kunjungan ke luar negeri. Komisi I kan mitranya luar negeri. BKSAP tugasnya seperti itu. Tapi Pansus, buat apa studi banding. Itu sudah dievaluasi. Diputus karena tidak produktif,” kata Ade.
Menurut Ade, pengkajian untuk pembuatan UU cukup dilakukan secara mandiri. Anggota bisa menggunakan internet saja. ”Tidak boleh kunju­ngan ke luar negeri untuk Pansus. Dari internet bisa ketahuan,” kata pria yang juga Waketum Golkar kubu Aburizal Bakrie ini.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar hasil Munas Ancol Dave Laksono menilai pimpinan DPR telah memaksakan pelantikan Ade Komarudin sebagai ketua DPR.
Padahal, dalam rapat paripurna, ada sejumlah anggota yang mengajukan protes atas pelantikan Ade tersebut. Akan tetapi, hal itu tak dihiraukan.
”Pimpinan DPR sudah sangat otoriter tanpa mengindahkan anggotanya lagi, mereka hanya menggunakan alasan dan memperalat aturan yang ada,” kata Dave.
Ia mengakui Partai Golkar hasil Munas Ancol di bawah kepemimpinan Agung Laksono mengajukan Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai ketua DPR.
Namun, bukan itu alasan utama mengapa pihaknya menolak Ade Komarudin. Menurut dia, harusnya masalah dualisme kepemimpinan di Partai Golkar diselesaikan terlebih dahulu sebelum pelantikan dilakukan.
”Bukannya tidak sepakat dengan penunjukan Ade Komarudin, beliau anggota DPR yang baik. Tapi yang tidak saya terima proses dan caranya itu,” kata Dave.
Menurut dia, dengan cara otoriter seperti ini, citra DPR akan semakin terpuruk. Dia pun mempertimbangkan akan menggugat pelantikan Ade tersebut.(sin/tib/de/er/wan)

Baca Juga  Emil Cek Gudang Vaksin, Bodebek dan Bandung Dapat Porsi Lebih Besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *