Tim Crisis Center Pariwisata Bekerja Keras Pascabom Jakarta

by -

METROPOLITAN.ID | JAKARTA – Tidak lebih dari 2×24 jam, berita-berita teror kawasan Thamrin, Jakarta mulai meredup.

Kalau masih ada running news, tidak sampai membuat paranoid orang yang hendak kunjungan ke Jakarta dan Indonesia.

“H+3 suasana betul-betul sudah kembali normal, seperti tidak terjadi apa-apa lagi. Bahkan pos polisi itu sudah ditutup dengan  tulisan #IndonesiaBerani #IndonesiaDamai di atas bahan vinil merah putih. Saya akui badai cepat berlalu, jika tertangani dengan cepat dan tepat,” jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya yang turut nongkrong bersama tim Crisis Center Kemenpar di Jakarta, Senin (18/1).

Menurutnya, rumus dari suasana itu ada tiga hal yang harus diantisipasi. Pertama ada langkah Emergency (E) atau istilah umumnya darurat, lalu Urgency (U) atau sifatnya mendesak, harus disegerakan, dan Contingency (C) atau tanggap.

Di Kemenpar, dia mengkombinasi dari berbagai sumber penangan crisis, terutama di sektor pariwisata.

“Ada tiga tahapan tim crisis center bergerak. Pertama, tahap Emergensi. Kedua, tahap Rehabilitasi. Ketiga, tahap Normalisasi,” jelas dia.

Emergency itu dimulai persis ketika kejadian itu berlangsung, 14 Januari. Hingga 16 Februari masa tanggap darurat itu berlangsung.

Ada tiga level lagi khusus untuk tanggap darurat itu. Pertama merespons dengan cepat apa penyebab krisis, kontak emergency respons team, bisa polisi atau lembaga yang terkait dan media respons.

Penting baginya menjelaskan kepada publik, pelaku bisnis dan industri yang berada di dalam koordinasinya, untuk memberi koridor dan arah. Ada pegangan yang bisa dipercaya publik dan kredibel untuk memberikan penjelasan resmi.

“Dalam kasus Thamrin lalu, kami menyampaikan bahwa polisi telah melakukan penanganan, dan dalam 5 jam sudah terkendali dengan baik. Statemen ini membuat industri pariwisata merasa lega, aman dan tidak was was,” katanya.

Saat ini, pihaknya memasuki fase rehabilitasi, dari 17-31 Januari 2016. Kerusakan paling parah akibat insiden Thamrin itu adalahimage Pariwisata Indonesia. Itulah yang sedang direhabilitas di mata dunia internasional.

“Selanjutnya 1-14 Februari masanya, normalisasi, memastikan semua berlangsung normal seperti biasanya. “Ilmu ini penting, karena krisis bisa saja terjadi di mana saja, dan kapan saja. Kita tidak pernah meminta, tapi kalau dia datang kita wajib tahu, langkap apa saja yang harus dilakukan,” tutup Marketeer of The Year 2013 itu.(beritasatu.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *