Ada Suara Aneh sebelum Kecelakaan Maut Selarong

by -

METROPOLITAN.ID – Kecelakaan maut Tanjakan Selarong di Jalan Raya Puncak, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, menyisakan cerita mistis. Warga sekitar bahkan sempat mendengar suara aneh sebelum peristiwa yang menelan dua korban jiwa itu.
”Suara teriak kalau nggak cewek nangis dari taman di tengah jalan,” kata warga sekitar, Deni. Menurut Deni, suara wanita itu terdengar pada malam hari. Setelah kecelakaan suasana berbeda pun terasa di tanjakan yang sering terjadi kecelakaan.
Sementara itu, korban kecelakaan masih terbaring lemah di RSUD Ciawi, kemarin. Da­ri 63 korban, delapan di antaranya masih menjalani perawatan intensif. Kedelapan korban umumnya mengalami patah tulang di bagian kaki dan tangan serta sebagian lagi luka di bagian kepala akibat benturan saat kecelakaan.
Direktur Utama RSUD Ciawi Hesti Iswandari mengatakan, kondisi para pasien sudah membaik, tinggal menunggu waktu pemulihan. ”Yang patah tulang sudah dipasang pen,” kata Hesti. Para korban pun sudah melewati masa kritis.
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan di kawasan Puncak berawal saat bus pariwisata bernomor polisi F 7575 WM melaju dari arah Puncak menuju Jakarta. Namun, saat melintasi Tanjakan Selarong di Desa Cipayung, Megamendung, Bogor, tiba-tiba bus kehilangan kendali.
Bus kemudian menabrak tiga mobil di depannya, yakni Honda City bernomor polisi F 1078 KU, Kijang Inova B 1132 CGY dan Kijang Grand B 1569 EMH. Selain itu, motor Honda Beat bernomor polisi F 2859 LZ dan motor Supra F 8145 VP.
Akibatnya, dua orang tewas. Korban sopir bus bernama Barkah Maulana (43) warga Desa Kampung Gandariu, RT 03/03, Cilaku, Kabupaten Cianjur dan sopir truk, Yusnia (35) warga Kampung Gunungbatu, RT 02/11, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor.
Istri Yusnia, Siti Nur Laela, tak kuasa menahan kesedihan. Sambil mengelus perutnya yang buncit lantaran hamil delapan bulan itu  syok mengetahui sang suami tewas. Laela bahkan berteriak histeris melihat suami tercintanya menjadi korban kecelakaan maut di Tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. (tib/viv/er/wan)

Baca Juga  Ingin Tobat, Kiki Amalia Siap Hijrah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *