Dinkes Dinilai Lamban, Kades Fogging Sendiri

by -

METROPOLITAN.ID | CIJERUK – Banyaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menimpa masyarakat, membuat Pemerintah Desa (Pemdes) Sukaraja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, buru-buru melakukan pencegahan. Mudahnya penularan DBD menjadi pekerjaan rumah pemerintah desa untuk segera bertindak. Kepala Desa (Kades) Sukaharja, E Santoso mengungkapkan, salah satu pencegahan dilakukan di Kampung Pondokbitung, RT 01/03 dan Rt 05/02 dengan melakukan fogging (pengasapan, red) di wilayah tersebut.
Menurut dia, pihaknya mengambil langkah cepat untuk mencegah sebelum korban DBD berjatuhan. “Pencegahan kita lakukan karena takut ada warga yang terjangkit DBD dengan menggunakan dana pribadi. Karena dari Dinas Kesehatan (Dinkes) belum ada kepastian kapan ada tindakan,” tegasnya kepada Metropolitan, kemarin.
Masih kata dia, pihaknya tidak mau menunggu tindakan dari Dinkes untuk melakukan pengasapan. Pasalnya, tindakan dari Dinkes sendiri belum jelas kapan baru akan dilakukan, sementara korban di berbagai wilayah sudah berjatuhan. “Harusnya memang dicegah sebelum jatuhnya korban. Tidak usah kita menunggu korban baru bertindak,” katanya lagi. Semuanya, masih katanya, dilakukan untuk memberi rasa aman kepada warga.
Terpisah, seorang warga Kampung Pondokbitung, Wawang memaparkan, harusnya di setiap puskesmas yang ada di kecamatan disediakan alat fogging, sehingga pencegahan DBD bisa dilakukan kapan pun.
“Keinginan kami seharusnya Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinkes menyediakan alat fogging yang cukup. Tedapat 400 desa lebih, mirisnya hanya ada sedikit alat fogging yang tersedia,” katanya. Tak hanya itu, penanganan terhadap kasus DBD yang dilakukan Dinkes pun masih dinilai cukup lamban. (nto/suf/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *