Fasos-fasum GBJ Raib Digondol Kades?

by -

METROPOLITAN.ID | GUNUNGPUTRI – Perumahan Griya Bukit Jaya (GBJ) di Desa Tlajungudik, Kecamatan Gunungputri, semakin dipadati pedagang dadakan dari luar daerah. Puluhan lapak berdiri tegap di sepanjang wilayah itu. Hanya dengan modal Rp6-9 juta, pedagang menyewa dari salah satu oknum pemerintah desa yang mengaku pemilik lahan. Kondisi tersebut membuat kawasan perumahan itu terlihat kumuh akibat puluhan lapak terus bermunculan.
Seorang pedagang, Fitri (30), mengaku menggunakan lahan itu untuk berjualan dan telah membayar kontrak tahunan kepada seseorang yang mengaku pemilik lahan. “Pedagang sudah menyewa lahan ini sama warga yang mengaku pemilik lahan. Lahan yang disewa sekitar Rp6 sampai Rp9 juta per tahun. Sedangkan hariannya seperti keamanan dan sampah kita bayar Rp5.000 sama orang desa,” bebernya.
Ia mengaku senang berjualan di lokasi itu lantaran ramai. “Tempatnya strategis karena berada di tepi jalan penghubung Desa Tlajungudik dengan Desa Bojongnangka,” ujarnya. “Soal ini lahan fasos-fasum Ruang Terbuka Hijau (RTH) kita tidak tahu-menahu. Kita tahunya cuma jualan lah, karena sudah sewa sama orang yang ngaku punya tanah itu,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tlajungudik Marjuki Aing menampik tudingan para pedagang. “Kita nggak pernah mengizinkan para pedagang itu. Apalagi ada surat edaran Satpol PP Kabupaten Bogor bahwa lahan fasos fasum dan RTH tidak boleh didirikan bangunan apa pun,” terangnya.
Sebelumnya, pihaknya sudah melayangkan surat edaran tindak lanjut dari Satpol PP. Namun, mereka (pedagang, red) selalu beralasan urusan ‘perut’. (sep/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *