Jessica Ditusuk teman Ayahnya

by -

Pelaku Kesal tak Dipinjami uang

METROPOLITAN.ID – Binaharma Sitorus terus meneteskan air mata. Lelaki berusia 34 itu tak kuasa membendung kesedihan saat peti jenazah putri tercintanya, Jessica Sarah Sitorus (7) korban pembunuhan secara brutal dimasukkan ke liang lahat. Hati Binaharma semakin tersayat. Terlebih, sang istri, Yunida (30), masih terbaring lemah di Rumah Sakit Sentra Medika, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Pantauan Metropolitan, Jessica dimakamkan di TPU Pondok Rajeg, Cibinong sekitar pukul 14:00 WIB. Puluhan sanak saudara ikut mengantar kepulangan bocah mungil itu dengan haru. Sedangkan sang ibu, Yunida, masih terbaring di Rumah Sakit Sentra Medika, Cibinong.
Keluarga korban sedikit bisa bernapas lega setelah mendapat kabar pelaku penusukan brutal ditangkap kepolisian. Pelaku Noval Fajar Bakti (30) ternyata teman ayah korban yang dikenalnya setahun belakangan.
Lelaki berbadan tegap itu diringkus di rumahnya di Kampung Kamurang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor saat akan berangkat kerja, kemarin. Setelah memintai keterangan suami korban, polisi curiga salah satu orang yang sebelumnya sempat meminjam uang kepada korban.
“Seperti yang diceritakan suami korban, pelaku sempat diajak ke rumah korban karena akan meminjam uang,” kata Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto di Mapolres Bogor Jalan Tegar Beriman, Cibinong, kemarin.
Pelaku diduga kesal karena tidak diberi pinjam uang oleh korban. Pelaku baru diperbolehkan meminjam uang jika mengganti uang yang dipinjam sebelumnya dua kali lipat. “Sebelumnya me­minjam uang Rp2 juta, setelah itu akan meminjam lagi dengan syarat harus menggantinya dua kali lipat,” kata kapolres.
Penolakan itu pun berbuntut panjang. Pelaku yang sudah naik pitam mendatangi rumah korban pada Kamis (11/2) sekitar pukul 08:00 WIB. Sebelum ke rumah korban, pelaku menyempatkan diri membeli pisau dapur di pedagang kaki lima di kawasan Pasar Cibinong.
Pelaku lalu bergerak menuju korban bermaksud menemui suami korban dan menakuti agar dipinjamkan uang. Namun sayang, suami korban sedang tidak ada di rumah pagi itu. Hanya ada istri korban yang sedang menyisir rambut anak bungsu yang hendak berangkat sekolah.
Karena masuk ke rumah korban tanpa permisi, korban lantas meneriakinya maling lantaran mengenakan masker. Pelaku yang kalap langsung menghujamkan pisau dapur yang dibelinya di pinggir jalan secara berkali-kali ke tubuh korban. Tak puas sampai di situ, anak korban juga tak luput dari sasaran aksi brutalnya.
Anak pertama korban, Steven (9), yang sedang bermain piano terkejut melihat ibunya berteriak minta tolong dengan darah yang bercecer di baju dan lantai rumah. Steven coba menolong ibu dan adiknya dengan memukul pelaku. Karena situasi mulai gaduh, pelaku langsung meninggalkan lokasi dan melarikan diri. “Niatnya pelaku akan menemui suami korban, tapi karena hanya ada istri dan anaknya akhirnya mereka yang jadi sasaran,” beber Suyudi.
Akibat ulahnya, pelaku dijerat Pasal 340 KUHP, 338 KUHP, 351 Ayat (2) KUHP dan Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 C UU RI No 35 Tahun 2014 Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancamannya penjara seumur hidup,” tegas Suyudi.
Sementara itu, pelaku mengaku tak berniat menghabisi nyawa keluarga korban. Ia hanya bermaksud menggertak suami korban dengan pisau yang dibelinya. “Saya kesal. Tadinya cuma mau menakuti, tapi karena istrinya teriak saya panik,” aku Noval.
Sementara itu sebelumnya diberitakan, Yunida dan Jessica ditusuk pelaku yang hendak berangkat sekolah di rumahnya Perum Taman Kenari Blok 4C, RT 01/13, Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup.
Pria yang menggunakan masker itu kemudian menusukkan pisau dapur berkali-kali ke sekujur tubuh Yunida dengan brutal. Pelaku juga menusuk dada sebelah kiri sang anak hingga akhirnya tewas.
Tetangga korban Doni yang mendengar suara gaduh dan teriakan minta tolong langsung menghampiri. Dirinya terkejut saat masuk ke dalam rumah korban. Ceceran darah memenuhi lantai rumah milik korban. “Saya langsung keluar pas ada teriakan minta tolong, setelah dicek ternyata ibu dan anaknya sudah berlumuran darah akibat luka tusukan,” kata Doni.
Doni langsung memanggil warga lainnya dan membawa korban ke Rumah Sakit Sentra Medika, Cibinong. Sayangnya, nyawa Jessica tak dapat diselamatkan. (fin/c/er/wan)

Baca Juga  Band Metallica Juga Coret Merah Putih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *