Miris, Warga Patungan Lakukan Fogging

by -

METROPOLITAN.ID | BOJONGGEDE – Maraknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bogor membuat sejumlah kepala desa (kades) di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor melakukan pengasapan dan penaburan bubuk abate. Hal ini dilakukan untuk mencegah berkembangnya sarang nyamuk DBD. Kades Kedung Waringin Sukarno mengatakan, banyaknya masyarakat yang terserang DBD membuatnya berinisiatif untuk melalukan fogging (pengasapan, red) dengan dibantu jajaran pemerintah desa dan peran para ketua RT dan RW dengan cara swadaya alias patungan.
“Ini dilakukan karena melihat banyaknya kasus DBD di Kabupaten Bogor. Kami tidak ingin kecolongan, apalagi sampai jatuh korban jiwa. Jika menunggu tindakan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, entah sampai kapan. Sebab, sampai saat ini belum ada tindakan,” ujarnya kepada Metropolitan, kemarin.
Lebih lanjut dirinya memaparkan, seperti yang terjadi pada warga Desa Citayam, Kecamatan Tajurhalang, dirinya menilai bahwa dinkes kurang tanggap dalam melakukan pencegahan meluasnya DBD. “Saya sendiri selaku kades melakukan fogging dan penaburan abate dengan anggaran swadaya dari tiga RW,” imbuhnya.
Terpisah, salah satu warga RW 08, Desa Kedung Waringin Ahmad (45) mengatakan, saat ini sudah 30 warga yang terjangkit DBD. Sementara kabarnya, Dinkes Kabupaten Bogor baru bisa melakukan pengasapan setelah empat bulan lamanya. “Swadaya yang dilakukan masyarakat harusnya menjadi tamparan keras bagi Dinkes Kabupaten Bogor. Jika seperti ini, untuk mewujudkan Kabupaten Bogor termaju saya rasa sangat sulit,” ketusnya. Padahal, tambah Ahmad, pihak Pemerintah Desa Kedung Waringin pernah melaporkan kasus tersebut kepada dinkes, namun responsnya sangat lamban. (mun/suf/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *