Miss Pumpkin Dibanderol Rp30 Ribuan

by -

METROPOLITAN.ID – Kue dengan bahan dasar talas menjamur di Bogor sebagai oleh-oleh khas ‘Kota Hujan’. Selain kue talas, kini telah muncul kue dengan nama Miss Pumpkin.
Sesuai namanya, Miss Pumpkin menjual berbagai makanan dengan bahan dasar labu yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi bolu, brownies hingga kue kering. Produk yang telah beredar di pasaran sejak lima tahun lalu ini telah mempunyai tiga outlet di kawasan Bogor, salah satunya di Jalan Soleh Iskandar.
Koki andalan Miss Pumpkin Utar (26) mengatakan, labu dipilih sebagai bahan campuran karena teksturnya lembut dan mudah diolah. “Labu itu teksturnya lembut jadi gampang diolah, namun kekurangannya yaitu kadar airnya lumayan tinggi. Makanya, cake yang kami jual diproses dengan cara dipanggang supaya nggak lembek,” ungkapnya kepada Metropolitan di Miss Pumpkin cabang Jalan Soleh Iskandar, Kota Bogor, kemarin.
Penggunaan labu sebagai bahan dasar tidak semata-mata karena kemudahannya untuk diolah, namun ternyata labu memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. “Labu ini bagus untuk menjaga penampilan agar tetap awet muda, anemia, sampai bisa mengurangi risiko stroke,” tambahnya.
Cake Miss Pumpkin ini ternyata cukup diminati warga Bogor. Sebab setiap penjualan, cake ini terus meningkat setiap bulannya. Untuk mendapatkan cake dengan berbagai varian rasa seperti original, green tea, jeruk dan brownies ini, konsumen tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Satu kotak cake Miss Pumpkin hanya dibanderol Rp30.000 hingga Rp35.000.
Selain kepopuleran cake-nya, Miss Pumpkin cabang Jalan Soleh Iskandar ini mencoba inovasi baru dengan membuka cafe. Cafe ini baru berjalan sekitar satu tahun dengan berbagai menu utamanya, seperti nasi goreng labu, burger labu, hotdog labu sampai jus labu.
Rata-rata pengunjung yang mampir di cafe ini adalah remaja. Hal itu disebabkan keunikan campuran semua menunya dengan labu.
Salah satu konsumen, Adinda (17) yang baru pertama kali mencoba makan di Cafe Miss Pumpkin ini, penasaran akan rasa olahan labunya. “Baru sekali saja ke sini karena penasaran dengan rasanya. Makanannya sih unik, kayaknya belum banyak cafe yang menyediakan nasi goreng dengan campuran labu,” ujarnya. (cr1/b/er/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *