PNS Cantik Ini Ajak Masyarakat Pungut Sampah

by -

METROPOLITAN.ID | Bergelut dengan sampah, sudah menjadi hal biasa bagi Silla Wasilla (24). Wanita cantik yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor ini pun rela tubuhnya yang bersih menjadi kotor tanpa merasa jijik dan risih. Tak mengeluh seperti kebayakan wanita muda lainnya, Silla ikhlas melakukan semua ini sebagai bentuk pengorbanannya menjadi abdi negara.
Silla Wasilla adalah seorang Staf Pembina Pengelolaan Sampah di DKP Kota Bogor. Sehari-hari wanita lulusan IPB ini bertugas mengecek 12 Tempat Pembungan Sampah (TPS) berbasis Reduce, Reuse & Recycle (3R) di sejumlah wilayah di Kota Bogor. Tak jarang waktu Silla dihabiskan hanya untuk mengarahkan masyarakat agar mengolah sampah menjadi barang bernilai.
Sebab, Silla berkeyakinan bahwa konsep berpikir masyarakat tentang sampah perlu diubah agar tak me­nganggap sampah sebagai barang yang sudah tak terpakai lagi. Silla pun berkeyakinan jika sampah didaur ulang maka bisa menghasilkan uang. “Sampah an-organik bisa menjadi kerajinan tangan, sedangkan sampah organik bisa menjadi pupuk kompos,” kata Silla sambil tersenyum saat ditemui Metropolitan di kantornya, kemarin.
Menyadari hal ini, akhirnya Silla mulai melibatkan masyarakat untuk ikut serta dalam mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomis. Silla pun menanamkan pengertian kepada masyarakat tentang peduli lingkungan. Karena jika masyarakat sudah mulai tidak peduli terhadap lingkungan, maka alam akan marah. Jika sudah begitu, segala bencana alam akan kerap terjadi. Mulai dari banjir, longsor dan lain sebagainya. “Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor punya target untuk meraih penghargaan Adipura (penghargaan kebersihan) tahun depan. Maka dari itu, perlu keterlibatan masyarakat juga,” papar Silla sambil melemparkan senyum manisnya lagi.
Di luar jam kerja sebagai PNS, Silla aktif mengajak teman-teman dekatnya dan mahasiswa Universitas Pakuan untuk ikut serta dalam komunitas Lihat Sampah Ambil (Lisa). Setiap car free day (hari bebas kendaraan) di Jalan Jalak Harupat, komunitas ini selalu memungut sampah untuk menjaga kebersihan lingkungan. “Suka kumpul-kumpul sama teman-teman untuk menggalakkan kegiatan ini,” kata wanita penyuka fesyen ini.
Meski bekerja bersinggungan dengan sampah, Silla pun sama seperti wanita lainnya. Ia mempunyai hobi shoping dan memburu kuliner bersama keluarga atau teman-temannya. Terlebih ia mempunyai rasa penasaran kepada makanan-makanan yang belum pernah dimakan sebelumnya. “Sekadar untuk melepas penat saja,” pungkas Silla sambil menutup pembicaraan. (mam/b/ram/wan)

Baca Juga  Imbas PPKM Level 4 Di Kabupaten Bogor, Omzet Merosot PHRI Ngadu ke Dewan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *