Siswa SDN Polpat Aksi Bebersih

by -

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Ratusan murid SDN Polisi Empat (Polpat) Bogor melakukan aksi bebersih di sekitar kawasan sekolah, Jalan Polisi, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah,  Sabtu (20/2). Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka memperingati hari bebas sampah nasional, dengan tujuan mewujudkan generasi cerdas dan berperilaku peduli sampah sejak dini.
Kepala SDN Polpat, Yayah Komariah menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan untuk membiasakan peserta didik agar berperilaku hidup bersih serta peduli terhadap lingkungan. Sebab, besarnya produksi sampah tak lepas dengan aktivitas manusia sehari-hari. Bahkan, setiap tahun, kota-kota di dunia diperkirakan menghasilkan sampah hingga 1,3 miliar ton. Sedangkan Indonesia sendiri menduduki peringkat ke 2 penghasil sampah domestik, yaitu sebesar 5,4 juta ton per tahun.
Jadi, menurut Yayah, masalah sampah bagaikan bom waktu. Jika tidak dibenahi, lambat laun akan  mengakibatkan berbagai masalah besar di negeri ini. Seperti terjadi tragedi longsor sampah di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, 21 Februari 2005 yang memakan korban 143 jiwa. ”Jadi, dalam memperingati hari sampah ini, kami memberi edukasi terhadap siswa sejak dini tentang sampah, yaitu mengenalkan buang sampah pada tempatnya, mencintai lingkungan. Karena dengan lingkungan bersih maka akan menciptakan perilaku yang baik pula.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat yang membuka kegiatan itu mengingatkan, sampah merupakan penyakit bagi masyarakat, mengingat tak kurang dari 535 ton per hari sampah dihasilkan warga Kota Bogor. Namun, baru 72 persen yang dapat diangkut dan dikirim ke TPAS Galuga. ”Kita juga telah mengupayakan berbagai macam untuk menguranginya. Seperti mengolah sampah melalui TPS 3R dan bank sampah yang kini sudah berjumlah 56. Namun, bila tanpa edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat, jangka panjangnya tak akan ada yang bisa diharapkan. Tapi, bila dimulai secara dini dan melibatkan siswa SD, akan tertanam dalam hati, jiwa dan pikiran mereka hidup bersih dengan membuang sampah pada tempatnya atau mendaur ulangnya. Sehingga menjadi berkah dan memiliki nilai ekonomi,” harap Ade. (adn/do/tur/ar/ram/wan)

Baca Juga  GPC dan Ekstrakurikuler kian Favorit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *