Siteplan Pasar Cileungsi Disabotase Mafia?

by -

METROPOLITAN.ID | CILEUNGSI – Siteplan Pasar Cileungsi yang diperuntukkan penataan Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor, dinilai amburadul. Pasalnya, siteplan yang dibuat sejak 2011 oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor itu tidak sesuai kondisi fisik di lapangan.
Seperti PT Bangun Bina Persada selaku pengelola Pasar Cileungsi, PD Pasar Tohaga serta Dinas Tata Ruang dan Pertanahan (DTRP) Kabupaten Bogor yang terlibat dalam pembuatan siteplan terkesan  cuek.
Pemkab Bogor harus meninjau ulang pembuatan  siteplan Pasar Cileungsi yang terkesan menyalahi aturan. Contohnya, bangunan yang seharusnya untuk masjid dijadikan ruko dan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Tapi kenyataannya dijadikan bangunan toko, kemudian jalan umum dijadikan WC umum. Itu semua jelas menyalahi aturan,” beber Ketua PPPC Ahmad Sunjaya, kemarin.
Menurut dia, pedagang diminta iuran pajak dari PT Bina Bangun Persada selaku pengelola. Alasannya, dana tersebut dana swasta yang seharusnya dibiayai APBD Kabupaten Bogor. Namun karena  pedagang awam, mereka akhirnya menuruti apa yang menjadi keinginan PT.
“Mereka bilang biaya itu dari pihak swasta. Pedagang sebelumnya ditagih iuran pajak 10 persen oleh PT Bangun Bina Persada  selaku pengelola pasar, dengan alasan hanya menjalankan perintah atasan,” ujar Sunjaya menirukan perkataan Yahya selaku perwakilan PT Bangun Bina Persada itu.
Pedagang pun mendesak pemda harus  mengubah dan menyamakan apa yang ada dalam siteplan tersebut.
“Kami merasa dirugikan baik secara moril, materil maupun spiritual. Kok bisa ya dalam siteplan ada masjid yang dihilangkan?” pungkasnya.(sep/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *