TTP Tugujaya Kibuli Warga

by -

METROPOLITAN.ID | CIGOMBONG – Keberadaan Taman Teknologi Pertanian (TTP) milik pemerintah pusat dengan luas sekitar 8,6 hektare yang berlokasi di Kampung Cibogo, Desa Tugujaya, Kecamatan Cigombong, disoal. Pasalnya, masyarakat sekitar tidak pernah dilibatkan lagi dalam masalah pekerjaan dan merasa dibohongi pihak TTP.
Salah satu Tokoh Pemuda Desa Tugujaya Muhdor menuturkan, keberadaan TTP ini tidak sesuai dengan tujuan awal. Pada saat akan dibangun, salah satu tujuannya adalah untuk membantu warga sekitar dalam memberikan pengetahuan di bidang pertanian sehingga bisa mensejahterakan warga Desa Tugujaya. Namun pada saat pelaksanaan program hingga akhirnya turun bantuan, sebagian warga yang dari awal dibentuk dalam satu kelompok tani (poktan) tak pernah dilibatkan lagi oleh TTP.
”Kami dulu sudah dibentuk (poktan) yang berjumlah 30 orang dan dilibatkan dalam hal pelatihan. Tetapi di saat turun bantuan, kami tidak lagi dilibatkan. Parahnya lagi, kami digantikan dengan orang-orang yang tak pernah mengikuti pelatihan,” tegasnya ketika dijumpai Metropolitan, kemarin. Tentu saja, lanjut dia, hal ini melukai anggota kelompok tani yang sebelumnya telah dibentuk.
Masih menurut Muhdor, keberadaan pengurus lapangan TTP sendiri sangat tidak terbuka kepada anggota kelompoknya. “Dulu kelompok tani di sini pernah dikirim domba yang seharusnya ukuran 45 kilogram, namun yang dikirim malah domba ukuran kecil. Akhirnya ditolak dan kami minta kepada pengawas untuk dikembalikan, sebab tidak sesuai dengan ukuran dan dari segi administrasi juga tidak transparan. Parahnya lagi, bendahara kelompok tidak tahu keluar masuknya anggaran,” cetusnya.
Pihaknya mendesak agar pihak Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) segera membenahi kepengurusan yang ada di TTP Desa Tugujaya. Sebagai warga, tambah dia, pihaknya merasa diurgikan. “Kami mendesak agar BPATP bertindak secara tegas mengenai hal ini,” pungkasnya. (her/suf/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *