Wah, Haji Lulung Turun Tangan Bongkar Kalijodo

by -

METROPOLITAN.ID – Lokalisasi Kalijodo di Penjaringan, Jakarta Utara, terus menjadi sorotan pasca pengemudi Fortuner mabuk dan menewaskan empat orang. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersiap akan meratakan tempat yang dikenal lokalisasi tersebut. Bahkan jika Ahok tak sanggup, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham ’Lulung’ Lunggana siap turun tangan.
Lulung mengimbau Pemerintah Provinsi DKI melakukan pendekatan kepada warga Kalijodo sebelum melakukan penertiban. Menurut Lulung, akan lebih baik jika penertiban berlangsung tanpa keributan. ”Harus dilakukan pendekatan kepada masyarakat setempat, sehingga pada akhirnya ada kesepakatan antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Lulung.
Lulung meminta kepada Ahok agar tidak melakukan tindak kekerasan terhadap warga. Bahkan, Lulung siap maju bila Ahok tidak mampu melakukan penertiban secara manusiawi.
”Caranya, harus berangkat dari tokoh lokal di situ. Jangan ada lagi gas air mata. Kalau Ahok tidak sanggup, biarkan saya yang ke sana. Saya yakin mereka mengenal saya dengan baik,” kata politisi PPP tersebut.
Lulung mengatakan, penertiban harus dilakukan secara manusiawi dan tidak otoriter. Lulung pun mengapresiasi Ahok yang ingin melakukan penertiban. ”Pak Ahok lakukan penertiban saya apresiasi, namun harus secara kemanusiaan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian yakin kawasan tersebut akan steril dari aksi premanisme dan minuman keras. Pernyataan tegas tersebut akan direalisasikan sejalan dengan rapat koordinasi antara pihaknya dengan Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta.
Dalam pertemuan yang dijadwalkannya tertutup itu, Tito memaparkan rangkaian pengamanan sebelum, saat dan pasca proses penertiban berlangsung. Keputusan disampaikannya atas alasan sederhana, yakni dirinya tidak ingin adanya aksi premanisme dan peredaran minuman keras di wilayah ibukota.
”Kami tak ingin Jakarta dijadikan sarang kejahatan, kemarin kita liat sendiri ada kasus Fortuner, mabuk dari sana nabrak empat orang mati. Saya dukung sepenuhnya. Kami siapkan pasukan sebanyak mungkin menghadapi premanisme,” kata kapolda.
Terkait relokasi seluruh penghuni sekaligus pengem­balian fungsi lahan Lokalisasi Kalijodo, ia menyerahkan sepenuhnya kepa­da pihak Pemprov DKI Jakarta.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal menambahkan, pihaknya segera memetakan kekuatan untuk membantu Pemprov DKI Jakarta menertibkan kawasan Kalijodo. Dalam pemetaan itu, beberapa faktor yang dipertimbangkan adalah kemungkinan adanya perlawanan dan eskalasi penolakan dari penduduk di kawasan tersebut.
Bila perlawanan warga meningkat, Polda Metro Jaya siap menurunkan pasukan Brimob. ”Brimob akan kami turunkan ketika eskalasi, tetapi kami mapping dulu,” kata Iqbal.

Baca Juga  Kecelakaan Maut Cileungsi, Sopir Truk tak Tahu Disalip Bocah SMP

Wow, Polisi Bikin Aplikasi Anti Korupsi
Polres Metro Jakarta Barat meluncurkan sistem aplikasi smartphone yang bisa menekan angka tindak pidana korupsi di lingkungan internal Polri. Aplikasi bernama Whistle Blower System itu bisa diakses masyarakat agar dapat memantau kinerja polisi, khususnya di lingkungan Polres Metro Jakarta Barat.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho mengatakan, aplikasi smartphone tersebut mempermudah ma­s­yarakat melaporkan adanya tindak korupsi di lingku­ngan Polrestro Jakarta Barat
Menurut Rudy, selain me­nge­nai tindak pidana korupsi, dalam Whistle Blower System juga bisa digunakan untuk laporan tindakan kriminal lainnya. ”Itu ada plusnya agar semuanya bisa di-cover. Apabila ada yang lapor kita akan koordinasi dengan para pihak terkait untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
Rudy berharap aplikasi tersebut dapat digunakan seluruh lapisan masyarakat Indonesia dan dilirik Mabes Polri. ”Kami namakan aplikasinya Whistle Blower Solusi untuk Indonesia,” imbuhnya. (tib/mer/inf /er/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *