Warga Bogor Mantan Anggota Gafatar Ditolak Keluarga

by -

METROPOLITAN.ID – Somad (51) tak dapat menyembunyikan kesedihannya. Warga Kampung Cirangkong, Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor yang tak lain mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) itu ditolak keluarga kembali ke kampung halamannya.
Kasi Pemerintah Desa Cemplang Asep Supriyadi mengatakan, tahun 2014 Somad menjual rumah warisan keluarga dan memilih meninggalkan kampung halaman bersama anak-anaknya.
Setelah lama menghilang pada Januari 2016, ada anggota Polres Bogor datang ke kantor desa menanyakan tempat tinggal Somad dan memberitahukan kalau Somad merupakan anggota Gafatar yang akan dipulangkan.
”Mendapatkan laporan itu keluarga kaget. Karena selama ini pihak keluarga mendapat informasi kalau Somad dan keluarganya tinggal di Bojonggede,” kata Asep kepada Metropolitan.
Ia menjelaskan, selama ini KTP Somad masih terdata warga Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang. Lantaran saat ini Somad sudah tak punya rumah dan sudah dijual ke orang lain, pihak keluarga malah menolak kehadirannya. “Menurut pihak keluarga, Somad sebelum berangkat ke Kalimatan pernah berjanji tidak akan kembali ke kampung halamannya,” imbuhnya.
Camat Cibungbulang Iwan Setiawan mengatakan, saat ini Somad masih berada di penampungan Balai Kesejahteraan Sosial (BKS) Kabupaten Bogor. ”Kalau adanya penolakan dari pihak keluarga kita minta dibuatkan surat pernyataan yang ditandatangani pihak keluarga, tokoh masyarakat dan kepala desa yang nantinya akan disampaikan ke Dinas Sosial sebagai bukti adanya penolakan,” jelasnya.

TES KESEHATAN
Di tempat terpisah, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melakukan pemeriksaan terhadap 86 anggota eks Gafatar, kemarin. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi para eks Gafatar memiliki penyakit HIV, TBC serta Hepatitis.
Kepala Dinas Kesehatan Camelia mengaku belum bisa memberi informasi lebih. Sebab, rekapan data akan keluar pada Rabu (9/2). Dirinya memastikan pemeriksaan kesehatan ini dilakukan untuk meng­hindari wabah penyakit yang dibawa dari Kalimantan. ”Kami lebih mengantisipasi agar tidak ada penyakit yang mewabah di Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Sementara itu, rombongan eks Gafatar ini terbagi dua gelombang, yakni gelombang 4 berasal dari penampung asrama Haji Pondok Gede dan gelombang 3 dari Dinsos Provinsi Jawa Barat. ”Gelombang 4 datang pukul 11:30 WIB dan gelombang 3 pada 13:30 WIB langsung diterima dan akan diberi pembinaan di BKS Tegar Beriman selama 12 hari,” ujarnya.(rez/ads/c/er/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *