Alat Ini Deteksi Peringatan Bahaya di Perlintasan Kereta

by -

METROPOLITAN – Tingginya angka ke­celakaan di perlintasan kereta api membuat Kementerian Perhubungan mencari cara untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Salah satunya memasang teknologi baru dalam sistem deteksi dan peringatan dini di pelintasan kereta api. Teknologi bernama railway level crossing safety detection and warning system tersebut diuji coba di pelintasan 57A, tempat truk Pertamina bertabrakan dengan commuter line pada 2013 lalu.
Dalam teknologi buatan PT Honeywell tersebut, nantinya akan ada sistem deteksi dan peringatan tambahan di pelintasan kereta. Sistem deteksi dan peringatan tersebut terbagi menjadi tiga jenis. Pertama, peringatan berupa tulisan. Peringatan yang disebut warning output yellow zone ini menyala jika ada kendaraan atau orang melintas dalam batas yang ditentukan, yakni sekitar 10 meter dari pelintasan.
Peringatan kedua yakni warning output yellow zone, berupa suara dalam bentuk bunyi. Batas yang ditentukan juga masih sama seperti peringatan pertama. Terakhir, peringatan ketiga disebut warning output red zone. Peringatan ini bekerja jika ada benda, misalnya kendaraan yang berhenti atau terjebak di pelintasan saat kereta api akan melintas.
Peringatan ini bisa langsung dikirim ke masinis kereta atau ruang kontrol untuk sistem persinyalan kereta. ”Jarak aman pengiriman informasi ada benda terjebak di pelintasan kereta lebih kurang 800 meter,” kata Direktur PT Honeywell Indonesia Alex Pollack.
Jarak tersebut merupakan batas aman untuk pengereman menurut PT KAI. Dengan demikian, kereta bisa mengan­tisipasi keadaan untuk tidak membahayakan dan menabrak benda di pelintasan tanpa membahayakan penumpang kereta. (kps/els/wan)

Baca Juga  Kita Harus Segera Mengganti Bantal Jika Mengalami Tanda Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.