Anggaran Pajak Pelat Merah Capai Rp2 Miliar

by -

METROPOLITAN.ID | CIBINONG – Banyaknya kendaraan pelat merah yang menunggak pajak mulai dijawab Dinas Pengelolaan Keuangan Barang Daerah (DPKBD) Kabupaten Bogor.
Dalam setahun, dinas pimpinan Rustandi itu telah menganggarkan Rp2 miliar untuk pembayaran pajak kendaraan dinas. Namun, anggaran tersebut dimasukkan dalam pos masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Dalam setahun ini kami sudah menganggarkan Rp2 miliar lebih untuk membayar pajak kendaraan roda dua dan empat se-Kabupaten Bogor,” kata Kepala Bidang Anggaran DPKBD Mely Kamelia. Soal adanya tunggakan pajak sebanyak 1.551 kendaraan dinas, Mely beralasan hal itu dipengaruhi proses pencairan anggaran.

“Bisa jadi karena belum dicarikan. Sebab, data yang dimiliki Samsat baru sampai Februari,” kata Mely saat ditemui di kantornya, kemarin.

Ia juga memastikan dana untuk pembayaran pajak kendaraan dinas telah disetorkan ke masing-masing SKPD dan ditangani bagian umum. “Tak mungkin tidak dibayarkan. Setiap tahun dianggarkan dan hukumnya wajib dibayarkan,” tuturnya. Ia pun meminta aset milik pemerintah dicocokkan terlebih dulu oleh Samsat Kabupaten Bogor. Sebab, ada kendaraan yang sudah dihapus atau hilang namun belum dilaporkan ke samsat.

“Kami juga banyak motor penyuluh dari pusat dan provinsi. Seharusnya dilihat juga tahun perolehannya, mana yang wajar bagi kendaraan untuk dibebankan pajak. Takutnya motor atau mobil sudah ke mana tapi masih dikenakan pajak,” ucapnya.

Saat disinggung bagaimana cara mengetahui pajak itu sudah dibayarkan atau belum, ia mengaku tidak ada pelaporan khusus apakah kendaraan sudah dibayarkan atau belum. Akan tetapi, itu semua sudah masuk kinerja SKPD soal penyerapan anggarannya. “Kami hanya bisa melihat dari sisi realisasi belanjanya, apakah sudah direalisasikan atau belum, apakah sudah terbayarkan atau belum,” terangnya. (rez/b/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.