Produksi hingga 200 Kg

by -

METROPOLITAN.IDWanita yang biasa dipanggil Een ini menjelaskan, ia memulai usaha menjual keripik singkong sejak tahun 2002. Hingga kini pemasarannya sudah menembus pasar luar daerah seperti Ciputat dan Bekasi. “Alhamdulillah, kalau sudah matang menggoreng para pelanggan sudah antre untuk membeli,” ujar wanita yang memberdayakan sebelas ibu rumah tangga itu.

Biasanya, sambung Een, dari bahan mentah yang diolah akan menghasilkan 40-50 kg keripik singkong siap saji. Soal kemasan, ia menyediakan dua rasa dan beragam ukuran. Mulai dari kemasan Rp500 hingga ukuran 1 kg yang dibanderol Rp20 ribu. “Rasanya ada pedas dan original saja. Karena rasa itu yang banyak ditunggu para pelanggan,” kata ibu tiga anak ini.

Ia mengaku, usahanya dalam membuat keripik singkong bukanlah usaha utamanya, namun semata-mata demi memberdayakan ibu rumah tangga yang ada di sekitaran rumahnya. Sehingga ia bisa membantu menambah penghasilan para wanita tersebut. “Daripada ibu-ibu di sini tidak ada aktivitas, makanya saya berdayakan untuk membuat keripik,” bebernya.

Ia berharap pemasaran untuk keripik singkong buatannya itu bisa terus meningkat, sehingga ia bisa kembali menambah pekerja untuk membatu meracik keripik. “Mudah-mudahan ke depan penjualan semakin meningkat, sehingga produksi bisa kami tambah,” pungkasnya. (ano/b/yok/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *